Royal Enfield Jelajah Lombok, 4 Hari Eksplorasi Ceria Penuh Cerita

0
154
Royal Enfield Jelajah Lombok
Menikmati sunrise pagi di Pantai Sekotong Lombok Barat bersama motor Royal Enfield. Foto: Arif & Tim

NaikMotor – Usai meresmikan diler baru Royal Enfield di Jalan Sunset Road No.27 Bali, Sabtu (25/8/2017), PT. Distributor Motor Indonesia mengajak kami dan beberapa orang penggila touring melakukan perjalanan Royal Enfield Jelajah Lombok, 28-31 Agustus 2017 menempuh jarak 800 Km.

Sebelum menuju Lombok, sehari sebelumnya, kami berkesempatan mengunjungi Bali Paragliding di Nusa Dua yang dikelola oleh Bucek. Denny Chasmala mendapat kesempatan terbang selama 15 menit bersama tim Bali Paragliding yang hari itu menggelar pesta rakyat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72.

Dipimpin oleh Ferry Kana, salah seorang petualang bermotor asal Bandung yang juga memiliki hobi fotografi, rombongan berangkat dari diler Royal Enfield Bali pada Senin pagi. Dalam rombongan, ikut antara lain Denny Chasmala, seorang musisi yang usai melakukan perjalanan Motorbaik 2017, Abrina, seorang lady biker yang baru pertama naik Royal Enfield dan touring keluar kota, selain Didi Fauzi, Manager Marketing & Network Development PT Distributor Motor Indonesia, serta seorang koresponden media dan tim dokumentasi total 10 orang. Semua mengandalkan motor RE Classic 500.

Hari Pertama

Menyeberang dari Padang Bai, perjalanan Royal Enfield Jelajah Lombok menggunakan kapal ferry ditempuh selama kurang lebih 4,5 jam. Tiba di Pelabuhan Lembar Lombok, rombongan langsung makan sebelum menikmati sunset di tepi pantai untuk selanjutnya menuju Krisna Bungalow di daerah Sekotong. Akses menuju ke Sekotong Lombok Barat kami tempuh selama lebih dari satu jam dengan jalan berkelok naik turun dan masuk kawasan pedesaan.

Perjalanan hari pertama dibayar tuntas dengan view vila yang menghadap ke laut dengan konsep bangunan seperti lumbung padi. Benar saja, bangun tidur keesokan harinya disuguhi dengan panorama sunset yang indah. Semua berebut mengabadikan foto.

Hari Kedua

Usai sarapan, rombongan bersiap melakukan perjalanan menuju Pantai Mekaki.Kali ini, tantangannya adalah jalanan curam namun di sepanjang jalan menyajikan pemandangan elok perbukitan. Puas bermain di pasir pantai, kami beranjak menuju bukit di atasnya yang bisa melihat keindahan pantai dengan jelas.

Rute hari kedua dari Pantai Mekaki melalui Buwan Mas, Teluk Sepi, Torok Aikbelig dan makan siang di Pantai Kuta Lombok. Setelah perbukitan dan kehidupan masyarakat pedesaan, gantian pemandangan laut menjadi pelepas lelah touring kami di hari kedua. Tidak mudah untuk mencapai Pantai Kuta, karena kami diharuskan melewati jalanan desa yang masih beralas tanah bercampur batu.

Perlu nyali dan skill untuk bisa melintasi kontur jalanan tersebut. Classic 500 menunjukan performanya melewati trek meski dikendalikan oleh yang baru menungganginya sekalipun seperti Abrina.  Wanita yang penghobi mobil klasik tersebut tanpa sungkan menuruni jalanan berbatu dengan aman. “ Untuk kategori desain klasik, RE punya handling enak didukung suspensinya, namun yang membuat saya tertarik adalah konsumsi bahan bakarnya irit,” ujar Abrina.

Selesai? Belum. Untuk menuju tempat istirahat di kaki Gunung Rinjani, kami harus berjibaku dengan jalanan tanah di desa Kawo usai berhadapan di kepadatan lalu lintas Aikmel Lombok Timur. Target mengejar sunset di perbukitan Gunung Rinjani akhirnya gagal karena kami terlambat sampai.

Untuk mencapai hotel, jalanan menanjak berliku serta turunan curam menjadi tantangan kami menjelang Maghrib ditambah dinginnya udara. Hutan lebat dan pohon tinggi yang membuat jalanan gelap di sore hari.Kembali, Royal Enfield dengan mudah melibas jalanan menanjak tersebut dengan mudah, termasuk saat memasuki Desa Sembalun yang menurun tajam.

Ternyata, di Hotel Nusantara tempat kami menginap sudah datang Bucek, yang langsung menyusul di hari kedua memacu Royal Enfield Bullet 500. Sambil makan malam, obrolan pun mengalir melunturkan lelah perjalanan hampir 250 Km.” Ini rute paling jauh meski saya memotong beberapa point yang harusnya dikunjungi untuk mengejar sore hari tiba di Sembalun Gunung Rinjani,” sebut Ferry Kana.

Hari Ketiga

Pagi hari, pesona Gunung Rinjani menjadi pemandangan istimewa yang bisa kami saksikan dari teras kamar. Sebuah anugerah yang indah kami dapatkan setelah kemarin menikmati sunset dan sunrise pantai. Landscape perbukitan indah menjadi bagian perjalanan hari ketiga dan berhenti di sebuah restoran dengan latar belakang air terjun di kawasan Pondok Senaru, Lombok Utara.

Sepanjang perjalanan Royal Enfield Jelajah Lombok, kami menggunakan jaket wind breaker produk FMC Speed Supply Bandung untuk menahan terpaan angin serta waist bag untuk memuat barang kebutuhan pribadi seperti kamera, ponsel, powerbank dan dompet. Warna jaket yang ‘ngejreng’ kuning ternyata berguna bagi peserta lain di belakang untuk mendeteksi keberadaan kami saat riding.

Perjalanan selanjutnya adalah ke Pantai Senggigi, sebagai poin terakhir acara Royal Enfield Jelajah Lombok. Lagi, aspal mulus dengan view pantai indah menemani kami sepanjang jalan dan tiba sebelum sunset muncul di Holiday Inn Resort.

Hari Keempat

Hari terakhir kami di Lombok dimulai dengan dengan bangun pagi pukul 05.00 pagi untuk selanjutnya sarapan. Kami mengejar kapal pagi agar sampai Bali tidak terlalu sore menghindari jalanan macet. Untungnya, ombak hari itu cukup tenang membuat kapal lancar mengarungi lautan selama 4 jam. Sebagian peserta melonggarkan otot dengan pijat di atas kapal. Kami pun sampai di Bali dengan selamat pada sore hari.

“Saya total sudah 1.700 Km pakai Royal Enfield, setelah 900 Km dari Jogja ke Bali sama Motorbaik, sekarang 800 Km keliling Lombok. Enggak ada masalah sama sekali dengan motor di berbagai kondisi jalan, aspal atau batu atau saat menanjak sekalipun,” puji Denny Chasmala usai finis di diler Royal Enfield Bali, Kamis (31/8/2017).

Sebuah perjalanan mengesankan karena kami bisa melihat keindahan alam Lombok mulai dari sunset, sunrise serta destinasi baru termasuk kehidupan budaya lokal. Yang pasti juga, kami bisa menguji ketangguhan motor Royal Enfield di berbagai medan serta kondisi jalan. Terbukti andal memang. Nah, buat yang mau melakukan perjalanan dengan sensasi khas motor retro dari Royal Enfield di sekitar Bali dan Lombok, gampang kok, tinggal datangi dilernya di kawasan Jalan Sunset Road No.27 karena mereka menyediakan motor rental yang bisa disewa seminggu. Mudah kan?   (Arif/nm)

Terima kasih Royal Enfield Bali, Bucek Bali Paragliding, FMC Speed Supply.

LEAVE A REPLY

*