Komunitas MAXI Yamaha Jateng Adakan Touring Kuliner dan Wisata Pegunungan

0
9
Komunitas MAXI Yamaha
Komunitas MAXI Yamaha di Jawa Tengah kerap adakan touring kuliner dan wisata pegunungan. Foto: Istimewa

NaikMotor – Meski masih pandemi, komunitas-komunitas Maxi Yamaha di Jawa Tengah menggelar touring kuliner dan wisata ke area pegunungan dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Komunitas MAXI Yamaha Jawa Tengah (Jateng) masih aktif di tengah pandemi, bedanya, saat ini mereka mengurangi kegiatan karena masih berlangsungnya pandemi global Covid-19. Komunitas MAXI di Jateng ini kerap melakukan touring kuliner atau menyambangi destinasi wisata di area pegunungan untuk menyalurkan hobi mereka.

“Pandemi Covid-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, dan ini juga membuat psikis manusia jadi down. Tentunya berpengaruh juga kepada kegiatan komunitas yang sempat kami hentikan selama beberapa bulan hingga kebijakan pemerintah tentang new normal diberlakukan. Lalu kami manfaatkan semaksimal mungkin dengan menerapkan protokol kesehatan. Namanya juga komunitas motor tentunya kangen ngegas touring,” cerita Ervin Wijaya dari Pekalongan Lexi Community (PLECY), yang saat ini juga tengah menjadi PLT. Presiden Yamaha Lexi Community Indonesia (YLCI).

Komunitas MAXI Yamaha

“Ingin memberi ruang energi teman-teman akhirnya kami buat agenda gas tipis-tipis di wilayah sekitar dengan tujuan mencari kuliner, kemudian diagendakan ke destinasi wisata di pegunungan,” lanjutnya mengenai manfaat dari kegiatan riding ini.

“Kami memilih area pegunungan tentunya karena di sana masih sepi, udaranya bersih, pemandangannya bagus. Dan enaknya karena kondisi jalan yang naik turun dan menikung memenuhi hasrat adrenalin para rider dalam menikmati kendaraan yang dimilikinya.”

Komunitas MAXI Yamaha

“Untuk kegiatan yang keluar kota, bisa saling silaturahmi dengan perwakilan di sana secara langsung, bisa mendapatkan banyak energi positif yang nyata, selain mendapatkan bonus persaudaraan dan teman juga belajar tentang kultur daerah, belajar tentang riding, tahu tentang geografis wilayah, tentang tata kota, kebersihan kota, destinasi wisata, kuliner khas daerah dan sebagainya,” tutup Erwin. (Litha/nm) 

LEAVE A REPLY

*