Tim Red Bull KTM MotoGP Siap Uji Mesin Big Bang KTM RC16 di Qatar

1
62
Mesin Big Bang KTM
Tim Red Bull KTM MotoGP akan menguji mesin RC16 big bang di Qatar. Foto: Crash Media

NaikMotor – Tim Red Bull KTM MotoGP 2017  akan menguji mesin big bang KTM di Sirkut Losail Qatar dalam tes pramusim, Jumat-Sabtu (10-11/3/2107).

Hal itu terungkap ketika media Crash.net mewawancarai kedua pembalap pabrikan Mattighofen soal persiapan tes Qatar. Baik Pol Espargaro maupun Bradley Smith menyatakan akan ada langkah besar dalam rangka menjinakkan keliaran mesin KTM RC16.

Kedua pembalap itu juga sama-sama sudah berulang kali menyatakan mesin dengan sekuel pengapian screamer pada RC16 yang berkonfigurasi V4 90° perlu diubah, agar transfer daya ke ban belakang lebih baik.

“Mesinnya masih terlalu agresif,” kata Espargaro saat tes hari kedua di Phillip Island, Australia, (16/2/2017) lalu. “Kami telah menerima kabar dari KTM, mereka akan membawa sesuatu yang bagus saat tes di Qatar yang menjadi langkah terbesar buat kami. Dan untuk itu saya senang.”

Mesin RC16 V4 90° itu sejak telah digunakan sejak pengujian dan wild card di final MotoGP 2016 di Valencia November 2016 menganut urutan pengapian 90°, sehingga bentuk crankshaft-nya disebut crossplane. Sehingga kombusinya berdekatan dan menimbulkan bunyi yang rapat di knalpot sehingga disebut screamer. Pada settingan tertentu torsi yang dihasilkan sangat panjang ditambah dengan konfigurasi V 90° membuat mesin menjadi ‘liar’ seperti yang dikeluhkan kedua pembalap KTM.

Sudah menjadi kebiasaan bagi tim MotoGP untuk memperbaiki keluaran torsi mesin dengan penggunaan crankshaft 2-2, atau dua silinder menyala bersamaan. Sehingga proses kombusi demikian disebut big bang.

Saat ini bukan hanya KTM yang tengah menguji mesin big bang, Tim Repsol Honda pun ditengarai tengah menerapkan hal yang sama pada mesin RC213V, ketika tengah tes privat di Jerez (25/2/2017).

Mesin big bang KTM

Sementara Tim Red Bull KTM MotoGP pun sebenarnya pernah diduga menguji mesin big bang saat tes privat di Sepang (27/1/2017) lalu. Hanya saja yang menjadi joki motor dengan mesin big bang KTM itu test rider Mika Kallio.

Saat itu beberapa jurnalis yang meliput tes tertutup itu merasa ada yang berbeda dengan motor tes itu. Suara yang ditimbulkan seperti berbeda dengan mesin inline-4 screamer sebelumnya. Terdengar dengan jeda pengapian yang lebih panjang. Sontak para jurnalis itu menanyakannya kepada Mike Leitner, manajer tim Red Bull KTM apakah KTM tengah menguji mesin ‘bigbang’ yang meski saat itu Leitner menyangkal keberadaan mesin tersebut.

Tetapi usai tes Phillip Island, Mike Leitner sedikit membuka diri soal mesin big bang KTM dengan menyatakan, “Satu hari kami akan datang dengan sesuatu yang kami uji di Sepang. Bukan hanya mesin, tetapi juga suspensi, sasis dan segala sesuatu yang baru lainnya. Dan itu untuk memecahkan masalah agresifnya RC16 sekaligus perbaikan waktu. Di Phillip Island, kami selalu tertinggal 2,5 detik, karena masalah mesin yang mirip kuda liar ini, tetapi meski kedua pembalap semakin membaik dengan 1,5 detik dari yang tercepat pada hari berikutnya. Kami harus tenang, sebab bisa saja kelak hasilnya lebih buruk, jadi tiada cara lain selain tetap berpikir positif dan mengembangkannya. Dan itulah cara kami melakukan balapan.” (Afid/nm)

1 COMMENT

  1. […] Mesin Big Bang V4 dari KTM diuji pertamakali di Le Mans oleh dua pembalapnya Bradley Smith dan Pol Espargaro termasuk test rider mereka Mika Kallio. “Kami berangkat ke Le Mans untuk menguji ban depan baru Michelin karena mereka memiliki lapisan baru.Tes ban depan baru ini sangat penting mengingat Le Mans memiliki tingkat pengereman yang keras,” sebut Bradley Smith seperti diungkap Speedweek. […]

LEAVE A REPLY

*