AISI: Motor Listrik Tergantung Kebijakan Pemerintah

2
motor listrik
Press conference Indonesia Motorcycle Show 2016. Foto: Agid

NaikMotor – Energi listrik sebagai penggerak sepeda motor saat ini tengah menjadi sorotan. Mengingat sepeda motor listrik tidak menghasilkan emisi.

Di beberapa negara kendaraan bermesin pembakaran dalam (mesin)  akan mulai ditinggalkan, seperti Finlandia dan Jerman yang tengah menggodok kebijakan larangan kendaraan bermesin pada 2030 nanti.

Indonesia sendiri seperti dalam draft yang diajukan Dewan Energi Nasional akan mengembangkan produk kendaraan roda dua berteknologi listrik, sehingga akan ada sekitar 8 juta unit sepeda motor listrik pada tahun 2025.

Hingga kini sudah ada produsen yang siap memproduksi sepeda motor listrik pada 2018, seperti Garansindo-ITS dengan GESITS. Sementara PT Astra Honda Motor tengah menguji perilaku pengendara dalam bersepeda motor listrik dengan memperkenalkan Honda EV Neo, atas inisiatif  Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, akademisi Universitas Indonesia, dan industri dalam hal ini AHM.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melalui Ketua Umumnya, Gunadi Shinduwinata, menyatakan, “Semua industri otomotif mempunyai potensi untuk memproduksinya. Tetapi listrik itu adalah model transisi misalnya untuk model kendaraan fuel cell. Dan jangan lupa untuk menghasilkan listrik, ada pembangkit tertentu yang menghasilkan emisi juga.

Soal produksinya tentu akan bergantung pada kebijakan Pemerintah, akan bagaimana kebijakan energi itu.”

Gunadi melanjutkan, “Jika jika infrastruktur dan seluruh kebijakannya jelas maka sebenarnya motor listrik sudah mulai bisa berseliweran di jalanan di Indonesia. Seperti Honda yang pada bulan lalu menguji coba motor listrik untuk mengetahui perilaku pengendara di Indonesia.

Tergantung, besok pun sudah bisa kalau sudah siap. Uji coba kan cuma disampaikan ke publik itu uji coba, padahal mereka udah siap,” tutup Gunadi saat di temui di Jakarta, dalam konferensi pers pelaksanaan Indonesia Motorcycles Show 2016,  Kamis (14/10/2016).

Sementara Agustinus Indraputra, General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM mengelak untuk menyebutkan apakah sepeda motor listrik sudah bisa dipasarkan lengkap dengan persyaratan registrasi dan identifikasinya (BPKB, STNK), “Uji cobanya masih berjalan, itu uji untuk melihat perilaku berkendara saja. Ide bagus kalau sudah bisa dikasih surat.” (Afid/nm)

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*