Vespa Sprint i-GET Taklukkan ‘Uniknya’ Lalu Lintas Ibukota

1
Vespa Sprint i-GET
Vespa Sprint i-GET
Vespa Sprint i-GET terasa lincah. Foto: Istimewa

Jakarta (naikmotor) – Kehadiran suksesor Vespa Sprint sejak tahun 2014 silam, berhasil menarik minat pecinta skuter di Indonesia yang megidamkan motor bernuansa klasik, diimbangi dengan teknologi anyar.

Di pertengahan tahun 2016 ini, Piaggio Indonesia meluncurkan generasi terbaru Sprint dengan teknologi i-GET (Green Experience Technology) yang membuat mesin lebih ramah lingkungan.

NaikMotor.com, diberi kesempatan untuk mencicipi performa skuter matik berkapasitas mesin 150cc tersebut. Vespa Sprint, kami ajak mengitari Ibukota yang masih cukup lengang setelah ditinggal penghuninya mudik lebaran, inilah uniknya lalu lintas Jakarta yang jika hari biasa dipenuhi kemacetan.

Desain lampu depan berbentuk kotak, mengajak kita bernostalgia mengingat kiprah Sprint yang diproduksi perusahaan yang dikembangkan Enrico Piaggio mulai tahun 1965-1974. Body bagian depan tentu mempertahankan desain legendaris Vespa, berbentuk seperti tampeng yang difungsikan untuk melindungi kaki skuteris, dipercantik dengan lampu sein merangkap lampu senja di sisi kanan dan kiri.

Vespa_Sprint_i-GET_6

Jok berdimensi pendek namun lebar cukup nyaman untuk pengendara, namun agak menyulitkan untuk pembonceng, sebab ruang yang tersedia cukup terbatas, harus hati-hati agar tidak terpelanting saat motor bermanuver. Sektor buritan dibuat lebih modern, tapi secara garis besar masih mengaplikasi bentuk bulat khas Vespa, ditambah spatbor mungil untuk aplikasi plat nomor.

Berbeda dengan Vespa generasi lama, Sprint didesain lebih tinggi, dan posisi badan juga lebih tegap ketika berkendara. Posisi stang yang juga jangkung membuat tangan lebih mudah untuk mengoperasikan segala instrumen, seperti gas, rem, dan beberapa panel, dan tentu sudut antara tangan dan kemudi memberikan kenyamanan dan sensasi tersendiri.

Saat pertama kali membuka gas, putaran bawah mesin dengan tiga klep, terasa lumayan apik, sehingga mudah saja mencapai kecepatan 80 km/jam dalam waktu singkat. Akselerasi putaran atas cenderung lamban, sehingga harus lebih sabar jika ingin mencapai torsi maksimal. Di lintasan lurus berjarak panjang, Sprint mampu menembus top speed diatas 100 km/jam. Efisiensi bahan bakar yang dimiliki juga cukup masuk akal, yakni 1 liter bisa menempuh 35-40 kilometer.

Vespa_Sprint_i-GET_1

Soal peredam getaran, desain yang digunakan masih setia dengan single shock yang terinspirasi dari model roda pesawat di bagian depan, bagian belakang pun mengunakan single shock absorber. Peredaman getaran yang dihasilkan terbilang biasa saja, guncangan saat menginjak lubang-lubang penghias aspal Jakarta kerap membuat tangan dan badan sakit, namun motor stabil saat diajak bermanuver meliuk-liuk mencari celah di tengah padatnya kendaraan.

Roda 12 inch yang diterapkan dan velg lebar berjari rapat khas Sprint menimbulkan tampilan lebih sporty dan kekar. Ban lebar berukuran 110/70-12 pada roda depan, dan 120/70-12 pada roda belakang mampu mengakomodir laju motor dengan baik, tapi tetap harus apik ketika masuk tikungan, sebab diameter roda yang mungil sangat riskan untuk menahan beban motor saat terlalu merebah, jadi pelan-pelan asal selamat saja.

Setelah merasakan sensasi Vespa Sprint, kami dapat mengatakan, skuter bergaya klasik tersebut menyenangkan untuk dikendarai, juga masih nyaman untuk penggunaan harian. Tertarik untuk memboyongnya ke garasi anda? Siapkan kocek senilai Rp 38,5 juta (OTR-Jakarta).  (Yudistira/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY