Turun di WSSP 300 Jerez, Galang Banyak Ubah Settingan Motor

0
98
arrc 2018
Galang Hendra ikut full series WSSP300. Posisinya di ARCC 2018 digantikan Richard Teroreh dan M Faerozi. Foto: Gilang

NaikMotor – Penampilan impresif Galang Hendra di World Supersport 300, Portimao, Portugal beberapa waktu lalu membuat tim Motoxracing jatuh hati. Pembalap asal Yogyakarta itu pun kembali diajak bergabung untuk melakoni seri terakhir WSSP 300 Jerez (20-22/10/2017).

Alasan tim dan Yamaha kembali mempercayakan Galang turun di WSSP 300 Jerez karena ia dianggap cepat menyesuaikan diri dengan motor YZF-R3 Motoxracing dalam waktu singkat. Buktinya, ia sanggup menembus urutan 6 besar saat sesi latihan bebas dan kemudian start dari posisi ke-10 usai superpole.

“Waktu saya datang saya minta banyak settingan yang diubah. Suspensi belakang saya minta diturunin, setang yang posisinya di bawah segitiga (underyoke), saya pindahkan ke atas. Mekanik di sana sempat enggak mau, tapi setelah dicoba hasilnya lebih cepat tiga detik mereka percaya,” katanya.

WSS 300 Jerez
“Saya minta banyak settingan yang diubah. Suspensi belakang saya minta diturunin, setang yang posisinya di bawah segitiga (underyoke), saya pindahkan ke atas,” kata Galang

Selain itu Galang membuktikan persaingan di ajang balap bertaraf global tersebut tidak mengendurkan mental dan semangatnya. “Balapan di sana enggak sekeras di Asia, seperti cara masuk tikungan, braking, mereka lebih halus. Waktu saya kasih lihat video di ARRC India, mereka bilang sudah kaya death race,” katanya.

Sayangnya, punggawa tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) di kompetisi AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC) itu gagal menuntaskan balapan di Portugal karena kendala teknis membuat perjuanganya menjadi anti klimaks. Namun tim membeberkan rinci masalah apa yang terjadi.

“Masalah pada motor saya yang jelas terjadi pada perangkat elektronik, tapi tim tidak kasih tahu detailnya apa. Motor pembalap lain punya limit rpm sampai 12.000, tapi motor yang saya pakai cuma sampai 10.000, jadi sangat mudah dilewati saat lintasan lurus,” katanya.

“Ternyata dari kualifikasi memang sudah trouble tapi belum begitu terasa. Karena saya baru pertama pakai motor itu saya kira memang karakter motornya seperti itu. Ternyata waktu race rpm-nya manteng enggak mau naik. Motor kalah karena beda 2.000 rpm kan jauh,” pungkasnya.(Agl/NM)

LEAVE A REPLY

*