‘Hujan’ Kecelakaan di MotoGP 2016 Menjadi Teguran Keras buat Michelin

1
87
Hujan Kecelakaan di MotoGP 2016 Menjadi Teguran Keras buat Michelin
Jumlah kecelakaan di MotoGP 2016 meningkat dari tahun sebelumnya. Foto: Crash Media

NaikMotor – MotoGP 2016 melahirkan sejumlah rekor baru, baik positif dan negatif. Di antara rekor positif yang tercipta, yakni jumlah pemenang terbanyak (10 pemenang dalam semusim) sejak format MotoGP diterapkan tahun 2002, sedangkan jumlah kecelakaan terbanyak sejak tahun 2006 menjadi bagian dari catatan negatif.

Sepanjang musim 2016, tercatat terjadi 1.024 kecelakaan di semua kelas, Moto3, Moto2, dan MotoGP. 410 insiden terjadi di Moto3, 364 di Moto2, dan MotoGP diwarnai 288 kecelakaan. Jumlah tersebut menjadi rekor kecelakaan terbanyak di semua kelas MotoGP berdasarkan catatan sejak tahun 2006.

Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu, di mana terjadi 976 kecelakaan sepanjang tahun 2015. Meski jumlahnya masih terbilang paling sedikit dari semua kelas, rentetan kecelakaan tersebut menjadi sorotan, khususnya soal penggunaan ban baru yang disinyalir menjadi salah satu penyebab utama.

Pada praktiknya, merupakan hal wajar jika banyak insiden terjadi ketika dilakukan perubahan pilihan ban pada motor. Namun, peningkatan 73 jumlah kecelakaan dibanding tahun sebelumnya menjadi perhatian buat Michelin sebagai pemasok ban tunggal di MotoGP.

“Ini merupakan tahun pertama untuk kami dan untuk tim-tim (MotoGP). Kami melihat peningkatan dari para tim dari setiap balapan, sebagaimana mereka semakin mengerti karakter ban (Michelin). Tentunya musim depan motor akan lebih padu dengan ban kami. Geometri, setting, suspensi, dan semua komponen akan lebih menyatu,” ujar Manager 2W Motorsport Group Michelin, Piero Taramaso dikutip dari Crash.

Membuat motor lebih mudah dikendarai menjadi fokus pengembangan Michelin untuk kejuaraan MotoGP tahun depan. “Satu saja kecelakaan kami anggap sangat banyak, dan kami mencoba memperbaiki itu. Kami bekerja untuk membuat motor mudah dikendarai. Itu menjadi pakem kami dalam melakukan pengembangan. Saya pikir semua pemasok ban balap melakukan hal ini,” timpal Direktur Teknis Michelin, Nicolas Goubert.

Cuaca juga menjadi faktor yang bisa merubah situasi saat para pembalap turun ke trek. Seperti MotoGP seri Belanda tahun ini, di mana terjadi 81 kecelakaan terjadi saat lintasan Sirkiuit Assen basah diguyur hujan deras mulai dari free practice hingga balapan.

“Kami mendapat sedikit kejutan ketika datang ke Assen. Cuaca berubah dan grip (ban) tidak ada sama sekali, itu yang mengakibatkan banyak kecelakaan. Kami bereaksi sangat cepat, tidak sampai dua minggu kami menyiapkan dua pilihan ban depan basah dengan kompone berbeda, dan hasilnya positif,” tambah Goubert. (Yudistira/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*