Sudah Saatnya Event Otomotif di Indonesia Punya Standarisasi

1
42
event otomotif
IMI mnegadakan workshop dalam rangka peningkatan kualitas promotor dan standarisasi event. Foto: Afid

NaikMotor – Ikatan Motor Indonesia (IMI) menyelenggarakan workshop bertajuk Sharing Perspectives untuk standarisasi dan grading promotor penyelenggaraan event otomotif. Workshop diselenggarakan agar promotor event otomotif profesional.

IMI tengah berupaya menciptakan standarisasi penyelenggaraan kegiatan otomotif di Indonesia. Untuk itu selama dua hari Selasa-Rabu (25-26/10/2016), IMI mengadakan workshop Sharing Perspectives di Hotel Ambhara Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Workshop dalam rangka menyamakan pengetahuan mengenai prosedural yang seharusnya diperhatikan para promotor kegiatan otomotif itu, diikuti oleh 42 promotor nasional, penyelenggara event hingga klub-klub tanah air. Workshop pun menjadi penting dengan dihadirkannya Promotor Nasional/Internasional kawakan seperti Tjahyadi Gunawan dan Helmy Sungkar untuk berbagi pengalaman cara menyelenggarakan event otomotif dengan sukses.

Ketua Umum Pengurus Pusat IMI, Sadikin Aksa. Pria yang akrab disapa Ikin ini mengatakan, “Promotor nasional belum memiliki standard kualitas yang sama, maka dari itu diperlukan pengetahuan-pengetahuan baru bagi para penyelenggara event agar standardisasi yang ideal dalam perlombaan olahraga otomotif serta kegiatan-kegiatan wisata lainnya dapat segera tercipta.”

“Workshop seperti ini dapat dilakukan secara berkala, karena memang masih banyak yang perlu diperbaiki dari dunia otomotif di Tanah Air, seperti halnya segi bisnis atau komersialisasi yang sebenarnya sangat diperlukan dalam dunia olahraga otomotif, namun masih dipandang sebelah mata oleh banyak pihak,” pungkas Ikin.

Inuk Blazer, ketua umum IBLBC, yang menjadi peserta workshop menyatakan, “Banyak pengetahuan baru yang didapat, seperti bagaimana meyakinkan sponsor, mendatangkan penonton dan semua langkah untuk membuat sebuah event otomotif berhasil diselenggarakan. Nanti akan kami coba terapkan, karena klub kami memang akan mencoba menyelenggarakan event balap nanti,” sebut Inuk.

Soal grading promotor, baik tingkat klub, daerah, nasional hingga internasional, menurut Inuk juga perlu dilakukan agar promotor pada tingkat apapun akan bekerja profesional. (Afid/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*