Cerita Imanuel Pratna Bertemu Rossi yang Senang Bercanda

1
79
Imanuel Pratna
Para peserta Master Camp saat latihan di Sirkuit Misano. Foto: Yamaha

NaikMotor – Ilmu dan pengalaman mengesankan menjadi oleh-oleh yang mahal harganya buat para peserta program penggemblengan pembalap muda yang digagas Yamaha Asia, bekerjasama dengan VR46 Academy,’The Master Camp’. Salah satu peserta, yang merupakan pembalap Indonesia, Imanuel Pratna berbagi kesan dan pengalamannya selama mengikuti pelatihan bersama Valentino Rossi.

El, panggilan akrabnya, mengikuti dua sesi VR46 Master Camp, yakni pada 30 juni sampai 10 juli dan 13 sampai 18 September 2016. Ia mengaku mendapatkan banyak sekali ilmu penting soal balap, termasuk soal kedisiplinan.

Pada Master Camp edisi pertama, El dan lima pembalap lain melakukan latihan fisik bersama pelatih Valentino Rossi. Ia juga mendapatkan materi flat track dari Rossi dan pembalap flat track yang punya segudang prestasi di Amerika dan Eropa, Marco Belli.

Peserta kemudian diajak turun ke Sirkuit Misano, menunggangi Yamaha YZF R3, bersama pembalap Moto2 Lorenzo Baldassari. Selain itu, diberikan pula pendidikan motor Mini GP, Pecco Bagnaia.

“Selain latihan di lapangan. kita belajar juga dasar setting suspensi dengan Andreani Suspension. Saat waktu senggang ada acara untuk kunjungan ke Museum Yamaha Racing & Fan Club City, kita datang ke sana seakan menjadi tamu besar apalagi memakai uniform VR46. Saya juga bangga sekali motor YZF R3 yang dibuat di Yamaha Indonesia bisa dipakai disana, type Sport R3 sangat istimewa sekali dipakai di Misano Circuit dengan suspensi standar motor masih enak untuk di bawa bermanuver,” ujar Imanuel.

El mendapatkan hasil kurang memuaskan pada Master Camp edisi kedua. Ia mengalami insiden saat melakukan latihan di trek dengan Yamaha R3 yang sudah dimodifikasi footstep, handle bar, knalpot Akrapovic, ban diganti memakai Pirelli Supercorsa SC2 serta ECU, plus menggunakan Quick-Shifter Rapid-Bike. Akibatnya, ia tidak bisa mengikuti semua agenda dengan optimal.

Pembalap yang lekat dengan nomor motor #96 itu juga mengisahkan tentang profesionalisme Rossi yang bisa memposisikan diri sebagi pelatih saat sesi latihan, tapi berubah menjadi teman setelah itu. Menurutnya, The Doctor merupakan sosok idola yang rendah hati. Ia tak segan meladeni penggemar yang meminta foto atau tanda tangan saat berjumpa di beberapa kesempatan.

“Valentino Rossi adalah seorang pebalap yang profesional. Dia sangat serius selama melatih para peserta VR46 Riders Academy, tetapi di luar kegiatan itu dia adalah seorang yang sangat santai dan senang bergurau,” Kesan El. (rls/NM)

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*