Hanya Berdua, Dimas dan Zaqhwan Selamatkan Muka Honda

2
44

Dimas dan Zaqhwan selamatkan muka honda
Meski hanya diperkuat dua rider, Dimas dan Zaqhwan, Satu Hati Honda Team Asia menyelamatkan muka Honda dengan pencapaian tertinggi di Suzuka 8 Hours Endurance 2016. Foto: AHRT

NaikMotor – Dimas Akky Pratama rider Satu Hati Honda Team Asia dari AHRT membawa timnya ke urutan delapan kejuaraan balap ketahanan Suzuka 8 Hours Endurance 2016. Dimas dan Zaqhwan selamatkan muka Honda dengan meraih pencapaian tertinggi.

Satu Hati Honda Team Asia di balapan ketahanan bergengsi Suzuka 8 Hours Endurance tahun  ini hanya diperkuat dua ridernya yakni Dimas Ekky Pratama (Astra Honda Racing Team) Indonesia dan Zaqhwan Zaidi dari Malaysia setelah Ratthapong Wilairot dari Thailand mengalami cedera di sesi latihan. Hasil yang diraih Dimas dan Zaqhwan selamatkan muka Honda setelah tim utamanya gagal meneruskan lomba.

Finis kedelapan di tahun ini merupakan sebuah pencapaian maksimal apalagi hanya diperkuat dua rider di mana pada tahun 2015 hanya mampu berada di posisi ke-18 dari 70 tim.

Tim Satu Hati Honda Team Asia yang mengawali start dari posisi ke-11 berarti mengalahkan 60 tim lainnya dari berbagai negara di dunia di mana tahun ini diikuti 68 tim termasuk tim yang diperkuat pembalap MotoGP dan WSBK.

Dimas Ekky dipercaya menjadi pembalap terakhir untuk menuntaskan balapan dengan masing-masing 20 lap selama lima kali turun menggeber Honda CBR1000RR. Satu hati Honda Team Asia membukukan total lap 212.

Dimas juga untuk pertamakalinya menjadi pembalap terakhir yang turun di malam hari untuk menuntaskan balapan di balap ketahanan 8 jam Suzuka tahun ini. Dengan masih menahan rasa nyeri akibat terjatuh saat latihan resmi, Dimas dan Zaqhwan mampu tampil lepas untuk bisa mengakhiri balapan.

Menurut Dimas, awalnya dirinya merasa deg-degan karena timnya hanya diperkuat dua rider untuk bisa menyelesaikan balapan selama 8 jam.”Tapi melihat kemenangan Irfan dan Rheza di balapan 4 jam menjadi suntikan penyemangat bagi saya untuk tampil maksimal,” sebut Dimas. Ia juga menyebut kemenangan yang diraihnya dipersembahkan untuk kesembuhan Ratthapong, kemudian AHM, AHRT, mekanik dan kru serta seluruh masyarakat Indonesia yang selalu memberikan dukungan.

Hebatnya lagi, pencapaian Dimas dan Zaqhwan di Suzuka 8 Hours Endurance 2016 menyelamatkan muka Honda, setelah tim utamanya, Musashi RT Harc-Pro yang diperkuat Nicky Hayden, Van der Mark dan Takumi Takahashi gagal meneruskan lomba. Ini mengulangi kegagalan tahun sebelumnya, saat tim tersebut diperkuat oleh Casey Stoner. Salah satu tim andalan lainnya, Honda TSR juga harus terhenti dari arena.

Otomatis, hasil posisi kedelapan dari target 10 besar yang diraih oleh Dimas dan Zaqhwan adalah yang terbaik meski tim yang diasuh oleh Makoto Tamada tersebut hanya diperkuat dua rider. Peringkat pertama hingga ketujuh balapan Suzuka 8 Hours Endurance 2016 dihuni oleh tim Yamaha, Kawasaki dan Suzuki. Bravo Dimas dan Zaqhwan! (Arif/nm)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*