Klarifikasi AHC Soal Kisruh KIS di OMR CBR ITS 2016 Seri 3

0
57
ITS 2016 seri 3

ITS 2016 seri 3
Gelaran ITS 2016 seri 3 ikut menjadi penyaluran minat dan bakat balapan komunitas seperti halnya Asosiasi Honda CBR. Foto: Yudistira

Jakarta (naikmotor) – Gelaran Indonesia Trackday Series atau ITS 2016 seri 3 akhir pekan lalu di Sentul menjadi ajang penyaluran minat penggemar balapan khususnya kalangan komunitas termasuk Asosiasi Honda CBR (AHC).

AHC mengambil slot membuat one make race yang diikuti 31 starter,dan  terbagi dalam dua kelas untuk CBR 150R dan CBR250R. Hampir semua peserta berasal dari delapan klub yang bernaung di bawah perkumpulan komunitas Honda CBR.

Sempat terjadi ketegangan antara pihak AHC dengan panitia ITS usai lomba menyangkut soal aturan KIS (Kartu Izin Start).

Iwan Suryo, ketua pelaksana OMR  AHC memberikan keterangan soal KIS sekaligus klarifikasi dengan berita OMR CBR250R & CBR150R di ITS Seri 3, Seru Sekaligus Panas di NaikMotor.com.

“ KIS memang diminta oleh panitia di awal, tetapi pada saat kita mengambil slot di ITS, kita sudah mendapatkan kelonggaran untuk komunitas tidak wajib memiliki KIS. Tetapi pas saat race selesai yang podium diminta KIS, itu yang membuat kita sedikit tegang dengan panitia yang tidak komitmen dari awal,” ujar Iwan.

“Walaupun mereka hanya meminta KIS kepada yang podium itu sama saja mewajibkan semua yang race memiliki KIS karena dalam race bukan ilmu pasti siapa yang akan podium,” sebut Iwan.

“Bukan meminta kelonggaran, tapi memang sudah mendapat kelonggaran dari panitia saat ambil slot di ITS.Karena kita sudah beritahukan di awal tidak semua peserta dari komunitas memiliki KIS. Yang podium wajib bikin KIS pas setelah race selesai tapi tidak diberitahukan dari awal pada saat kita ambil slot di ITS,” beber Iwan.

“Kasihan soalnya kalau yang menang bukan pembalap dan ternyata podium terus tidak punya KIS jadi tidak bisa naik podium atau diwajibkan bikin KIS di tempat.Karena OMR sifatnya funrace namun untuk safety gear itu kita wajibkan tidak ada kompromi.Kawan-kawan mau lanjut asal ada aturan yang tegas di awal jadi kita tidak dibuat bingung dan merasa dipaksa terutama untuk KIS,” pungkasnya. (Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*