Belajar Helm Terus Gaungkan Bahaya Fake Helmet

0
230
Fake Helmet
Belajar Helm saat menggelar diskusi “Fake Helmet, Adu Gengdi Abaikan Safety” di IIMS Motobike Hybrid Show 2020. Foto: Yusuf Arief

NaikMotor – Penggunaan Fake Helmet atau Helm Palsu sangat membahayakan bagi pengendara motor. Hal ini yang menjadi fokus komunitas Belajar Helm untuk terus memberikan edukasi kepada pengguna helm palsu yang makin marak belakangan ini.

Edukasi tersebut terangkum dalam diskusi “Fake Helmet, Adu Gengsi Abaikan Safety” yang disiarkan langsung di Channel Youtube @IIMS_ID dari perhelatan IIMS Motobike Hybrid Show 2020, Selasa (8/12/2020) di Moto Village, Jalan Antasari, Jakarta Selatan.

Tidak tanggung-tanggung, dalam edukasi tersebut 3 orang  pentolan Belajar Helm, yaitu, Mexvico, Ahmad M dan Kusnadi secara gamblang mengingatkan mengenai fungsi helm yang merupakan alat keamanan untuk melindungi kepala pengendara sepeda motor jika mengalami kecelakaan di jalan.

Fake Helmet
Penggunaan Fake Helmet atau Helm Palsu sangat membahayakan. Foto: Yusuf Arief

Diskusi yang dipandu oleh Said “Sang Idola” makin berbobot dengan pembahasan fenomena Fake Helmet, Helm Palsu, KW, Copy atay Clone yang kini sedang booming. Banyak masyarakat yang salah mengartikan antara barang untuk fashion dan alat keamanan.

Mexvico menjelaskan mengenai helm custom tergantung dengan basic helm yang digunakan untuk mengcustom. Jika dari pabrikan benarnya atau brand tertentu yang sudah dijamin dan diuji kelayakannya itu sudah bisa direkomendasikan. Tapi jika menggunakan helm yang berasal dari brand antah berantah mending tidak usah dicustom.

“Boleh mengcustom helm yang penting tetap memperhatikan kaidah keamanan. Gaya boleh yang penting Aman. Karena helm itu bukan untuk gaya tapi buat alat keamanan,” ujar Mexivo.

Sementara itu Ahmad M menekankan tentang helm KW atau Clone yang kini marak dan beredar di pasaran. Helm Clone mempunyai bentuk yang sama dengan helm original pabrikan, namun struktur bahannya beda.

“Helm KW atau Clone tidak ada standarisasinya. Kalau helm pabrikan ada standarisasinya seperti ECE 22.05, Snell, DOT dan lain-lain.” paparnya.

Lain halnya dengan Kusnadi yang memberikan pencerahan tentang pemilihan helm dari sisi finansial. Helm sangat riskan karena untuk melindungi kepala. Dia menggambarkan jika terjadi kecelakaan mengenai bahu, kaki atau tangan masih bisa disembuhkan, tapi jika mengenai kepala sangat sulit disembuhkan karena berhubungan langsung dengan otak.

“Minimal akan mengalami geger otak ringan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi, menjaga dan melindungi kepala dari sebuah kecelakaan, Belajar Helm sangat tidak merekomendasikan untuk penggunaan Helm KW, Clone, Fake Helm atau Helm Palsu karena sangat membahayakan.

Mengenai harga helm original pabrikan  yang cukup terbilang mahal, menurut komunitas pecinta helm ini, kini telah banyak pabrikan helm dalam negeri yang memiliki standarisasi keamanan SNI dengan harga yang mumpuni.

“Banyak helm brand Indonesia yang mengaransi keamanan produknya dan harganya juga bersahabat. Lebih baik menggunakan helm ini jika dibandingkan helm palsu merek luar yang harganya masih sekitar Rp 4 jutaan,” tutup Mexvico. (YA/ NM)

LEAVE A REPLY

*