Meski Pandemi, Market Vespa Klasik Tetap Moncer

0
pasar vespa klasik
Vespa klasik seken, masih diburu. Foto: dok NMC

NaikMotor – Meski situasi pandemi belum stabil, tetapi pasar Vespa klasik tidak terpengaruh. Transaksi jual belinya tetap moncer.

Pasar Vespa klasik memang tidak ada surutnya, penggemarnya semakin banyak. Mulai dari kalangan dewasa hingga generasi millenial. Bukan tanpa alasan, sejarah dan terbatasnya jumlah beberapa tipe Vespa yang notabennya sudah tidak diproduksi lagi oleh Piaggio membuat maniak sepeda motor bermesin kanan ini punya nilai presticious.

“Saat pandemi sekarang ini market jual beli Vespa klasik makin ramai, bahkan Vespa yang notabennya rare seperti tahun 1950-an juga mulai bermunculan untuk dijual. Namun harganya ya tetap selangit. Meski tinggi harganya, tetap ada yang membeli,” ungkap Isa, salah satu makelar Vespa klasik  khusus orisinil wilayah Pekalongan dan Jawa Tengah.

Sementara itu, Rannu yang merupakan salah satu pemilik Vespa Kongo dan anggota VBCN mengungkapkan bahwa harga jual Vespa klasik utamanya yang populasinya jarang semakin melonjak.

“Harga Vespa Kongo makin gila, ya wajar, selain nilai sejarahnya yang sangat kental, jumlahnya juga terbatas. Baru beberapa hari yang lalu ada salah satu cucu mantan Presiden RI menawar Kongo saya Rp 200 juta melalui makelar Vespa dari Semarang. Namun saya menolaknya karena memang tidak berniat menjualnya.”

Isa dengan Vespa klasik orisinil dagangannya. Foto: Istimewa

Senada dengan Isa dan Rannu, akun Instagram @sultonvespa yang kami hubungi juga membenarkan bahwa market Vespa klasik tidak surut dikarenakan pandemi.

“Masih ramai market Vespa klasik, bahkan pembelinya terkadang dari luar pulau Jawa. Vespa itu nilai sejarahnya tinggi dalam setiap tipenya, jadi wajar jika sampai saat ini menjadi buruan para penikmat “mesin kanan.” (Daus/Prob/NM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here