Yuk Nostalgia Motor Klasik Eropa Yang Populer di Indonesia

0
3150
Foto: Istimewa

NaikMotor – Perkembangan industri otomotif di Indonesia sudah ada sejak dahulu kala, beberapa deretan sepeda motor merek Eropa pernah menjadi populer di kalangan pecinta otomotif.

Pada era 1950-an sebelum industri otomotif roda dua didominasi produk dari Jepang, beberapa negara Eropa sudah dulu memasarkan produknya di Indonesia. Desainnya juga tak lekang oleh waktu, terbukti sampai saat ini masih banyak motor klasik buatan Eropa menjadi buruan para kolektor. Harganya juga menjulang tinggi.

Berikut beberapa sepeda motor klasik buatan Eropa yang populer di Indonesia sampai saat ini.

Zundapp Super Combinette. Foto: Istimewa

Zundapp

Berdiri sejak 1917 di kota Nuremberg, Jerman. Zundapp mengusung desain sepeda motor yang bisa digunakan oleh semua orang, mudah dan sederhana.

Di Indonesia motor Zundapp lebih didominasi dengan kapasitas mesin 50 sampai 100 cc, tepatnya pada tahun 1950-an hingga 1960-an. Umurnya memang tidak lama karena kalah pamor dan harga dengan motor rakitan dari Jepang semakin massive populasinya, seperti Honda dan Yamaha.

Beberapa  model Zundapp yang masih terlihat hilir mudik di jalanan salah satunya Zundapp Super Combinette berkapasitas 50 cc. Yup, model ini memang unik karena memiliki pedal (engkol) hingga bisa dikayuh jika kehabisan bahan bakar.

DKW Hummel. Foto: Istimewa

DKW

Masih satu rumpun dengan Zundapp. DKW (Das Kleine Wunder/Dampf Kraft Wagen) merupakan salah satu produsen sepeda motor dari Jerman yang bersejarah, mulai dari pendirinya yang berkebangsaan Denmark, Jorgen Skafte Rasmussen hingga meleburnya dengan perusahaan otomotif besar seperti Daimler-Benz dan Volkswagen.

Di Indonesia motor DKW memiliki penggemar yang cukup fanatik, karena dipandang sangat bersejarah. Beberapa model DKW yang pernah dan beberapa masih hilir mudik di Indonesia di antaranya DKW RT125 produksi tahun 1956. Yaitu sepeda motor 2-tak berkapasitas 125 cc serta DKW Hummel produksi tahun 1965 berkapasitas mesin 50 cc.

BSA C15 250cc. Foto: Istimewa

BSA

Awalnya merek BSA dikenal sebagai produsen alat-alat militer, sepeda, mobil, bis dan alat-alat berat untuk tambang sebelum memproduksi sepeda motor. BSA mulai membuat sepeda bermesin kecil pada 1863, dan membuat sepeda motor lebih modern pada 1906 Model E berkapasitas 771cc yang kemudian diluncurkan pada 1919.

Beberapa model BSA yang sering menggaduhkan jalanan di antaranya adalah BSA model C12 dan C15 produksi tahun 1948 dengan kapasitas mesin 250 cc, dan BSA seri bantam yang diproduksi dari tahun 1948 hingga 1969.

Norton navigator 350cc. Foto: Istimewa

Norton

Tidak kalah keras gaungnya dengan BSA, Norton Motorcycle Company merupakan produsen sepeda motor bersejarah yang lebih dikenal dengan model motorsport. Perjalanan sejarah Norton cukup unik, berdiri pada 1898 sebagai produsen sepeda hingga akhirnya pada tahun 1902 mereka membeli mesin untuk ditempelkan pada rangka sepedanya.

Memasuki tahun 1908 Norton berhasil memproduksi sepeda motor dengan mesin buatan sendiri. Popularitas Norton menanjak ketika pabrikan Inggris tersebut selalu hadir di ajang balap motor yang berlangsung di berbagai negara Eropa.

Di Indonesia motor klasik ini merupakan favorit mereka yang memiliki jiwa sporty dan pecandu kecepatan. Beberapa model Norton yang populer di Indonesia di antaranya Norton ES2 500cc produksi tahun 1952, kemudian Norton Navigator Twin 350cc produksi 1962.

BMW R20 1938. Foto: Istimewa

BMW

Sejarah sepeda motor BMW (Bayerische Motoren Werke AG) dimulai pada tahun 1920′an. BMW sebelumnya merupakan perusahaan pembuat mesin pesawat Perang Dunia I, namun terhenti akibat adanya perjanjian Versailes yang melarang Jerman memiliki pesawat perang.

Di Indonesia,  populasi motor BMW terbilang masih banyak dan lestari mulai dari versi asli maupun yang telah dimodifikasi. Beberapa motor BMW yang masih berlalu-lalang di jalanan kota di Indonesia di dominasi seri R atau Roadster dengan kapasitas mesin beragam. Mulai dari BMW R20 produksi tahun 1938 hingga R50S produksi tahun 1960. (Daus/Prob/NM).

LEAVE A REPLY

*