Wahana: Kenali Jenisnya dan Sesuaikan dengan Kebutuhan Sebelum Beli Helm

0
54
jenis helm
Foto: Wahana Honda

NaikMotor – Jadi syarat wajib berkendara, helm memiliki beragam jenis dan grafisnya. Wahana Honda pun membagikan ulasan mengenai tips memilih helm sesuai kebutuhan berkendara Motoris. 

Helm adalah salah satu syarat wajib yang harus dimiliki dan digunakan oleh pengendara motor. Helm sendiri berfungsi sebagai penjaga terluar dari benturan atau apapun yang membahayakan kepala. Oleh karena itu, pihak kepolisian pun mewajibkan siapa saja yang mengendarai kendaraan bermotor untuk mengenakan helm dan akan menindak siapapun yang melanggarnya.

Helm memiliki berbagai jenis, model, dan grafis yang dapat ditemui di pasaran. Wahana pun memberikan ulasan mengenai masing-masing jenis helm. Pertama, helm full face. Helm ini memberikan cakupan perlindungan terluas di sekitar kepala dan leher. Jika dibandingkan dengan model helm lain, helm full face dianggap sebagai jenis helm paling aman untuk melindungi dari risiko paling berbahaya.

Fitur yang membedakan helm full face dengan model lainnya adalah pada chin bar, yaitu fitur keselamatan utama yang tidak dimiliki helm jenis lain. Menurut sebuah studi tentang kerusakan helm dan cedera kepala sepeda motor, dagu menghadapi 50% dampak parah selama kecelakaan dan hanya helm full face yang bisa memberikan pengguna perlindungan untuk dagu dan rahang.

Sebagian besar helm full face dilengkapi ventilasi yang fungsinya untuk menguapkan keringat agar membuat kepala tetap dingin saat berkendara di musim panas. Pada bulan yang lebih dingin, ventilasi bisa ditutup untuk mengurangi aliran udara masuk. Saat ini, banyak fitur baru ditambahkan di dalam helm full face, seperti speaker yang dapat terhubung dengan perangkat via Bluetooth, pilihan dan desain warna dengan visibilitas tinggi sampai pelindung berwarna dan menyesuaikan dengan kondisi cahaya matahari.

Kedua, helm modular atau flip-up. Helm ini adalah campuran antara helm ¾ dan full face. Helm modular diciptakan agar dagu dan pelindung wajah depan bisa dilipat atau dibuka secara manual tergantung keinginan. Bahan dan kelengkapan helmnya mirip dengan yang full face, tetapi ada juga jenis helm modular yang dilengkapi dengan pelindung mata internal sekunder untuk pelindung mata tambahan dari sinar matahari.

Helm modular cenderung lebih berat dari yang full face karena ada fitur engsel di bagian samping untuk buka-tutup pelindung depan. Helm ini sering digunakan oleh wisatawan, penjelajah, pengendara petualangan karena dirancang bisa dibuka-tutup sesuka hati tanpa kendala. Kadang ada juga model yang sudah dilengkapi dengan speaker Bluetooth hingga visor ganda dan lapisan anti kabut pada visor primernya.

Ketiga, helm open face (¾). Helm ini merupakan helm paling laris yang digunakan di berbagai tempat di Indonesia. Helm open face memiliki desain yang menutupi bagian belakang dan samping kepala, tapi bagian wajar terbuka. Fitur yang membedakan dari helm full face atau modular adalah tidak adanya pelindung dagu di bagian depan.

Secara struktural, helm open face dianggap sama dengan yang full face karena tetap memberikan perlindungan di area vital sekitar kepala. Bobotnya sedikit kurang dari helm full face. Selain itu, karena bagian depannya terbuka tanpa penutup rapat, maka wajah akan tetap kotor saat berkendara di berbagai medan. Itu terjadi karena wajah hanya terlindung oleh visor depan saja.

Terakhir, helm off-road dan dual-sport. Kedua helm ini dirancang untuk berkendara jauh dari jalanan biasa dan digunakan di medan dengan jalan tanah yang ekstrim. Kedua jenis helm ini bukan pilihan terbaik untuk pengguna di perkotaan atau jalanan beraspal.

Secara umum, kedua jenis helm ini fungsi dan modelnya agak mirip, bedanya terletak di visor depannya. Tetapi secara keseluruhan, baik helm off-road maupun dual-sport memiliki desain besar dan sedikit ramping di sisi kanan-kirinya dan memiliki pelindung dagu yang maju ke depan, berbeda dengan yang ada di model full face atau modular. (Litha/Prob/NM) 

LEAVE A REPLY

*