Manfaatkan Masa Jeda Pandemi dengan Canggih, BMW WorldSBK Kembangkan Aerodinamika

0
47
bmw worldsbk
Model 3D dari pembalap BMW Motorrad WorldSBK digunakan untuk pengujian aerodinamis. Foto: Fabian Kirchbauer Photography/WorldSBK

NaikMotor – BMW terus bekerja mengembangkan kinerja aerodinamika untuk motor WorldSBK-nya menjelang balapan akhir bulan ini. Meski terhalang lockdown, BMW menemukan cara untuk terus berinovasi. 

Lockdown membuat Tom Sykes dan Eugene Laverty tidak bisa datang ke Munich untuk membantu BMW Motorrad dalam proses pengembangan aerodinamika motor mereka. Padahal, pengembangan aerodinamis sendiri cukup penting dan membutuhkan mereka dalam progresnya.

Oleh karena itu, Tim BMW Motorrad WorldSBK menciptakan model 3D dari pembalap Irlandia, Laverty, untuk pengujian di terowongan angin mereka. BMW mengukur secara terperinci mulai dari jari sarung tangan, setiap kontur helm, setiap jahitan pada terusan kulit, setiap lipatan yang mempengaruhi hambatan aerodinamik dan dengan aliran udaranya dengan menggunakan sistem pemodelan 3D.

bmw worldsbk

Pentingnya model replika badan Laverty dibuktikan dengan digunakannya dalam tes yang dilakukan sebanyak leboh dari 50 tes di terowongan angin. Model 3D dari Tom Skyes sendiri juga akan dites di terowongan angin karena dirinya juga terhambat oleh lockdown.

Pengujian di terowongan angin mampu mencapai kecepatan 255 km/jam, sehingga penting bagi pengendara dan sepeda motornya bersama dalam aliran udara untuk menghasilkan data yang akurat.

bmw worldsbk

“Eugene ada di sini di Munich bersama kami sebelum pecahnya pandemi corona virus. Dia berusaha menemukan posisi duduk yang ideal pada RR, dan sementara ia berada di posisi itu, kami mengambil pengukuran terperinci dengan pemindai 3D,” ujar Marc Bongers, Direktur BMW Motorrad Motorsport seperti yang dilansir oleh situs WSBK.

“Berdasarkan data dari pemindaian 3D, kami menciptakan model plastik yang terbuat dari dua bagian. Butuh waktu sekitar 1 minggu untuk mendapatkan semua detail dengan benar, namun Eugene 3D kami siap untuk beraksi.”

“Menggunakan model 3D seperti ini memungkinkan kami untuk bekerja lebih efisien dalam pengembangan RR kami. Sementara saat pengendara aslinya harus melakukan perjalana ke sini, versi plastiknya siap dipakai kapan saja untuk pengujian di terowongan angin. Ini berarti kami bisa mengevaluasi dan mengimplementasikan pembaruan lebih cepat.”

Sementara itu, Laverty juga memberikan pendapat mengenai model 3D dirinya dan menganggap itu hal yang luar biasa.

“Itu agak tidak biasa untuk duduk di motor begitu lama dan diukur dari setiap sudut dengan pemindaian 3D. Namun, hasilnya luar biasa,” ujarnya.

“Saya dapat melakukan bagian saya untuk membuat RR kami lebih cepat tanpa harus berada di Munich secara langsung. Tidak setiap hari anda bisa melihat diri anda sebagai model terperinci. Sangat menarik apa yang mungkin terjadi dengan teknologi modern, dan BMW Group memimpin banyak bidang dalam hal ini,” tutupnya. (Litha/Prob/NM) 

LEAVE A REPLY

*