Pesona Binter Merzy 200, Tangguh dan Gagah

0
386
Binter Merzy 200
Binter Merzy 1980-1982. Foto: Istimewa

NaikMotor – Pesona Binter Merzy 200 masih menjadi buruan kolektor sampai saat ini. Bukan tanpa alasan, motor 4-tak 200 cc ini terkenal tangguh dan gagah di kelasnya.
Binter Merzy adalah motor dengan gaya Classic Naked-Bike 200 cc Silinder tunggal yang diperkenalkan pertama kali di Indonesia tahun 1980. Sebetulnya, Binter Merzy adalah Kawasaki KZ200 (Z200) yang dipasarkan di Jepang sejak tahun 1976, dan masih masuk ke dalam klan Z-Series Kawasaki yang melegenda.
Nama Binter sendiri singkatan dari “Bintang Terang,” yaitu nama Distributor Kawasaki di Indonesia waktu itu, PT. Bintang Terang Indonesia (Binter). Pemiliknya adalah Edy Tansil.
Binter Merzy 1983-1985
Binter Merzy 1983-1985 sudah menggunakan lampu dengan desain kotak. Foto: Istimewa
Binter Merzy terbagi dua generasi, utamanya dari desain hingga sistem pengapiannya. Di awal tahun pembuatannya pada tahun 1980 hingga tahun 1982, Binter Merzy menggunakan sistem pengapian platina serta desain yang di dominasi bentuk bulat.
Kemudian pada tahun 1983 Binter Merzy melakukan penyegaran pada sektor sistem pengapian dan desain. Dari platina ke CDI serta desain dari dominasi bulat menjadi kotak. Soal mesin, Binter Merzy alias Kawasaki KZ200 ini mengusung mesin 4-Tak, 198cc, Silinder Tunggal, SOHC 2 Valve, yang di develop untuk kebutuhan sehari-hari ataupun touring ria di akhir pekan. Powernya diklaim mampu tembus 18 hp di 8.000 rpm, dengan torsi di angka 16,5 N.m pada 7.000 rpm.
Mawan, salah satu pemilik Binter Merzy tahun 1983 mengungkapkan bahwa untuk perawatannya gampang-gampang susah,harus menemukan bengkel yang tepat. Sebab, harga suku cadangnya lumayan mahal, utamanya bagian jeroan mesin.
Binter Merzy mawan
Binter Merzy 1983 milik Mawan dengan sedikit modifikasi. Foto: Mawan
“Binter Merzy saya tahun 1983, suka karena pertama belajar motor kopling pake motor itu. selain itu desainnya juga gagah menurut saya. Untuk perawatan harus menemukan bengkel yang tepat biar tak sering ngadat. Karena harga part jeroan mesinnya lumayan mahal.”
Meski mendapat sambutan positif di market Indonesia, tahun 1986 Binter resmi menutup usahanya di Indonesia dikarenakan sang pemilik Edy Tansil tersandung kasus korupsi dan menghilang bak ditelan bumi. (Daus/Prob/NM).

LEAVE A REPLY

*