Gojek Uji Coba Sekat Pelindung untuk Layanan GoRide

0
51
GoRide Tangsel
Layanan GoRide sudah kembali boleh angkut penumpang di wilayah Tangsel dengan protokol kesehatan J3K. Foto: Istimewa

NaikMotor – Gojek saat ini telah melakukan uji coba menggunakan sekat pelindung untuk layanan transportasi GoRide. Tujuannya sebagai antisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 antara driver dan penumpang.

Setelah ada wacana dari Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) perihal pemakaian sekat pelindung untuk driver ojol, kini Gojek resmi menerapkannya pada layanan GoRide, meski masih dalam tahap uji coba.

Inovasi sekat pelindung ini melengkapi kesigapan Gojek menjalankan operasional layanan transportasi di DKI Jakarta dan wilayah-wilayah lainnya. Sejalan dengan ketentuan Pemerintah, Gojek mewajibkan mitra driver dan penumpang menggunakan masker selama perjalanan serta memakai helm dengan benar. Selain itu, untuk driver wajib membawa hand sanitizer dan melakukan disinfeksi kendaraan secara rutin. Hal lainnya adalah membatasi operasional GoRide di area yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.

Chief of Public Policy and Government Relations Gojek – Shinto Nugroho (Tengah) didampingi oleh Kepala Sub Direktorat Angkutan Perkotaan Kementerian Perhubungan Bambang Wahyu Hapsoro (Kanan) serta Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Saronto (Kiri) memasangkan Sekat Pelindung yang diuji coba pada layanan GoRide. Foto: Istimewa

Shinto Nugroho, Chief of Public Policy and Government Relations Gojek menjelaskan, bahwa upaya ini merupakan bentuk dukungan Gojek terhadap upaya Pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang mengedepankan aspek kesehatan dan kebersihan guna mendukung aktivitas masyarakat selama masa PSBB transisi.

“Gojek sepakat dengan Pemerintah bahwa bagaimanapun keamanan, kesehatan dan kebersihan harus tetap menjadi perhatian utama di masa pandemi ini. Lewat uji coba sekat pelindung di GoRide ini, kami mencari solusi teraman bagi mitra kami sehingga dapat tetap membantu masyarakat untuk bermobilitas sesuai dengan protokol kesehatan.”

Shinto menambahkan, “Setelah uji coba ini, kami akan meneruskan masukan yang kami dapat di lapangan dari mitra driver maupun penumpang. Sehingga nantinya, tercipta suatu standar yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil ditinjau dari aspek kesehatan, maupun keamanan dan kenyamanan saat berkendara di jalan.”

Mengapresiasi inovasi serta kehati-hatian Gojek dalam menyiapkan layanan transportasi yang aman, Ahmad Yani, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan, “Saya mengapresiasi inisiatif yang telah Gojek lakukan. Kehati-hatian yang dilaksanakan untuk memberikan layanan teraman serta protokol kesehatan yang ketat, merupakan kunci keberhasilan kita melewati masa transisi, menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.”

Foto: Istimewa

Menurut Yani, dengan inisiatif seperti ini, masyarakat akan merasa aman untuk menggunakan layanan GoRide di masa pandemi, di mana langkah-langkah ekstra sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dan operator transportasi tetap membutuhkan peran serta masyarakat selaku pengguna layanan. Diharapkan masyarakat juga menerapkan protokol kesehatan seperti membawa helm sendiri dan mengenakan masker,” ungkapnya.

Menurut Shinto, sekat pelindung pada GoRide akan diimplementasikan dalam waktu dekat secara bertahap di kota-kota operasional utama di Indonesia. (Daus/Prob/NM).

LEAVE A REPLY

*