AISI Dukung Pemerintah Perihal Pelarangan Mudik Lebaran 2020

0
96
AISI mendukung pelarangan mudik
Perjalanan mudik telah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi. Foto: teguh

NaikMotor – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) fokus akan kesehatan masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19. Sehingga AISI mendukung pelarangan mudik lebaran 2020 oleh pemerintah.

Berbicara mudik, maka akan terbayang pergerakan jutaan manusia ke luar daerah khususnya ke kampung halaman dengan menggunakan berbagai moda transportasi baik darat, laut maupun udara. Merujuk tahun-tahun sebelumnya, pemudik yang menggunakan jalur darat dengan moda sepeda motor masih mendominasi jalanan di jalur mudik non tol, sekalipun pemerintah telah menghimbau agar para pemudik tidak menggunakan sepeda motor.

Dalam hal ini, AISI mendukung sepenuhnya larangan Presiden perihal pelarangan mudik lebaran 2020. Para anggota AISI yang terdiri dari Honda, Kawasaki, Suzuki, TVS dan Yamaha sepakat tidak akan melakukan berbagai aktifitas mudik masal seperti penyelenggaraan mudik bersama maupun penyediaan pokso dan bengkel siaga mudik sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Hari Budiyanto selaku Sekjen AISI mengungkapkan Hal ini semata-mata AISI lebih fokus kepada faktor kesehatan dan keselamatan dengan tidak adanya aktifitas mudik yang akan sangat berpotensi dalam peningkatan penyebaran Covid-19.

“Kami lebih mementingkan kesehatan dan keselamatan para pemudik. Kami mendukung larangan mudik, sehingga kami meniadakan semua aktifitas yang mendukung aktifitas mudik sebagaimana tahun-tahun yang lalu.”

Hari Budiyanto juga mengungkapkan bahwa memang selama ini kegiatan seperti mudik bersama dirasa sangat membantu masyarakat termasuk pendirian posko maupun bengkel siaga lebaran, sehingga masyarakat khususnya yang melakukan mudik dengan roda 2 akan merasa lebih aman dan nyaman, namun tidak untuk periode kali ini.

“Tujuan kami semata-mata adalah memudahkan, mengawal dan menjaga para pemudik, namun jika kegiatan mudik bersama malah akan menimbulkan potensi bahaya yang lebih besar, untuk apa juga kita adakan. Pokoknya kita mendukung keputusan pemerintah untuk pelarangan mudik lebaran tahun ini,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Sekjen IATO (Ikatan Ahli Teknik Otomotif Indonesia). (Daus/Prob/NM).

LEAVE A REPLY

*