Heinkel Tourist 1953 Bakal Unjuk Gigi di Bali Classic Motor Show ke-3

0
328
Heinkel Tourist 1953
IGG Harnawa Pasimpangan bersama Heinkel Tourist 1953 hasil restorasinya. Foto: Istimewa

NaikMotor – Scooter lawas asal Jerman, Heinkel Tourist type 101 A-O 150cc lansiran 1953 dipastikan bakal menjadi salah satu motor klasik yang dipamerkan di Bali Classic Motor Show (BCMS) ke-3.

Pameran yang menampilkan motor dan mobil klasik ini akan berlangsung pada 28 Desember 2019 sampai 5 Januari 2020 di Lotus Pond Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali. Event digagas oleh Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali untuk memperkenalkan motor dan mobil klasik serta edukasi sejarah perjalanannya.

IGG Harnawa Pasimpangan, salah satu member PPMKI Bali yang memiliki Heinkel Tourist 1953, memastikan scooter tersebut telah disiapkan untuk meramaikan gelaran BCMS ke-3. “Semua proses restorasi scooter ini sudah rampung dan butuh waktu 6 bulan dalam penggarapannya,” jelas Harnawa kepada naikmotor.com melalui whatsapp.

Heinkel Tourist 1953
Saat ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan. Foto: Istimewa

Heinkel Tourist termasuk scooter yang langka dan paling diburu oleh para kolektor. Harganya pun sangat tinggi bahkan mengalahkan harga scooter asal Italia, Vespa dan Lambretta. Di Indonesia keberadaannya bisa dihitung jari, apalagi yang dalam kondisi bisa jalan.

“Modelnya klasik habis dan di Indonesia sangat jarang yang punya, karena scooter tersebut biasanya dimiliki oleh para Misionaris di Kepasturan.” jelasnya.

Anggota aktif Kepolisian ini mengaku mendapatkan Heinkel Tourist di daerah Ungasan, Pecatu dalam kondisi yang memprihatinkan dan sedang berada di bawah pohon pisang. “Informasi dari teman motor  bahwa ada scooter klasik yang lagi nongkrong di bawah pohon pisang. Tanpa ba bi bu langsung diambil.. hehehehe,” kenangnya.

Heinkel Tourist 1953
Heinkel Tourist 1953 sebelum dan setelah restorasi. Foto: Istimewa

Yang menarik adalah, proses restorasi yang menghabiskan waktu 6 bulan dilakukan sendiri olehnya. Bermodalkan catalog dan manual partnya yang didapatkan dari mbah google, Pria yang hobi ngotak-ngatik motor ini merasa tidak ada kesulitan berarti dalam merestorasi scooter tersebut.

Mengenai ketersediaan part dan aksesoris sangat mudah diperolehnya dengan cara order langsung melalui online ke negera asalnya di Jerman.

“Pekerjaan yang tidak bisa saya lakukan seperti pengelasan dan pengecatan saya panggil tukang las dan cat. Begitu juga dengan mesin, jika perlu kunci khusus saya panggil orang bengkel. Selebihnya saya mengerjakan sendiri di rumah karena hobi dan kepuasan.” ceritanya.

Heinkel Tourist 1953
Scooter paling langka dan diburu para kolektor. Foto: Istimewa

Bagi Pria yang mengaku bisa naik motor saat kelas 5 SD dengan menggunakan Honda 90cc tahun 1970 dan Vespa Sprint 150cc tahun 1972, penampilan scooter antiknya di Bali Classic Motor Show ke-3 untuk menunjukkan kepada dunia bahwa di Indonesia masih banyak tersimpan mobil dan motor klasik.

“Pameran ini juga untuk memberikan edukasi dan mengenalkan kepada masyarakat bahwa beginilah alat transportasi di Indonesia pada jamannya.” tutupnya. (YA/ NM)

LEAVE A REPLY

*