Bahas Soal Emas dan Restorasi Sambil Ngopi Pagi di The Gade

0
28
Bahas Soal Emas dan Restorasi Sambil Ngopi Pagi di The Gade
Funday Morning Coffee bahas soal emas dan restorasi di The Gade Coffee & Gold Kementrian BUMN. Foto: Arif

NaikMotor – The Gade Coffee & Gold yang dimiliki oleh PT Pegadaian Persero makin serius menyasar komunitas kreatif  dalam konteks transformasi yang kini tengah digiatkannya. Melalui acara Funday Morning Coffee mereka mengundang komunitas motor untuk membahas soal tabungan emas dan restorasi di The Gade Coffee & Gold Kementerian BUMN, Minggu (22/9/2019).

Dimulai dengan riding pagi dari The Gade Coffee & Gold Wijaya, para pemilik motor hobi khususnya jenis bebek klasik mulai Honda Astrea Series, Yamaha Alfa hingga Honda Super Cub C125 beriringan tertib menuju Gedung Kementrian BUMN di kawasan Sabang, Jakarta Pusat.

Sekitar 30 motoris ikut serta dalam diskusi soal tabungan emas dan restorasi yang menghadirkan Yusuf Abdul Djamil atau Ucup Lawless dari Lawless Garage Jakarta serta Byon Aryawan, founder gerakan #NgangonBebek. Beberapa di antaranya adalah yang tergabung di komunitas C’Duck Astrea.

Acara dimulai dengan pemaparan produk yang dimiliki oleh PT Pegadaian seperti Tabungan Emas, Kredit Kendaraan Amanah sesuai target hadirin yang rata-rata baru mengetahuinya . Selain mendapat jamuan kopi khas dan snack, seluruh peserta mendapatkan  Tabungan Emas.

“ Banyak yang belum tahu kalau kita punya tabungan emas yang sangat bermanfaat serta didukung oleh aplikasi Pegadaian Digital Service di handphone. Kita juga ada kredit kendaraan Amanah yang lebih murah sampai Rp 400 ribu untuk cicilan perbulannya dibandingkan dengan yang lain,” sebut Ibu Nila, Manajer Penjualan Area Senen Jakarta Pusat Kanwil Jakarta I.

Sementara saat pembahasan soal restorasi motor oleh Ucup Lawless dan Byon Aryawan, antusias peserta langsung meninggi untuk menyimak sekaligus bertanya.” Sama seperti emas, motor klasik hasil restorasi juga akan bernilai tinggi selama itu sesuai dengan kondisi bawaan standar serta dibangun dengan apik. Saran gue sih  kalau mau restorasi kita ikut mencari spare partnya biarpun dikerjakan oleh bengkel, diusahakan juga datang langsung ketemu penjualnya jangan hanya mengandalkan online,” wanti Ucup Lawless yang menjadi salah satu bengkel pionir restorasi bebek sebelum booming sekarang.

Sedangkan Byon menambahkan kalau restorasi itu memiliki beberapa tingkatan, merujuk ke factory spec yakni benar-benar sesuai keluaran pabrik atau mengembalikan bentuk sesuai tahunnya.” Balik lagi kalau sampai mengubah misalnya motor keluaran tahun 1995 dibuat ke model 91, itu sudah modifikasi. Soal spare part juga ada beberapa merek yang mengeluarkan, tergantung keuangan kita saja, toh secara kualitas tidak terlalu jauh berbeda,” sebutnya.

“ Wah asyik nih, hari ini dapat ilmu baru soal Tabungan Emas, Kredit Amanah selain soal dunia hobi kita di motor. Saya berencana mau beli motor baru nanti,” ujar Ludi asal Bekasi. Nah.. (Arif/nm)   

LEAVE A REPLY

*