Guru Restorasi Yamaha Alfa II R 1996 Jadi Champ

0
264
Yamaha Alfa II R 1996 Jadi Champ
Restorasi Yamaha Alfa II R 1996 dan dicustom menjadi Champ. Foto: Maleha

NaikMotor – Pada 1990-an Yamaha sempat menghadirkan hyperbone, Champ berbasis underbone Yamaha Alfa. Rupanya ini menjadi inspirasi seorang guru merestorasi Yamaha Alfa II R 1996 jadi Champ.

Yamaha Champ, underbone hyper 2tak yang ngehits pada jamannya hanya disukai oleh segelintir orang pada saat itu. Desainnya berbeda dengan bebek/underbone kebanyakan. Karena berbasis Yamaha Alfa, hanya desain front end yang membedakannya.

Champ didesain dengan fork panjang dan triple clamp ganda seperti sportbike pada umumnya. Lampu utamanya dijepit di triple clamp atas demikian dengan panel meternya.

Lampu seinnya pun bermodel terpisah. Stangnya pipa telanjang. Mirip dengan model hyperbone masa kini seperti Suzuki Satria atau Honda Sonic.

Rupanya penampilan Champ membuat seorang Guru kepincut untuk merestorasi Yamaha Alfa II R 1996 jadi Champ. Meskipun, meskipun saat mendapatkan Alfa II R itu dalam kondisi hampir rongsok. “Kondisi motor mati, banyak bagian mesin yang rusak seperti blok baret, pengapian tewas, bodi banyak yang gak lengkap dan surat legalitas hanya sebelah aja. Ya hitungannya beli motor bahan sih,” cerita Rohadi Yusuf yang mendapatkan bahan dari seorang temannya seharga Rp 900 ribu.

Setelah menginventarisir Alfa, Rohadi mulai berburu spare part Champ yang langka. “Mulai dari leg shield hasil berburu dari Magelang dalam keadaan tidak utuh, perlu dioperasi plastik biar sempurna bentuknya,. Kemudian headlamp disuplai dari salah satu rekan di Depok, indikator kecepatan alias spidometer dikirim dari Banten, sedangkan boks filter, tutup aki dan karbu F1 ZR yang di datangkan dari Kebumen. Sedangkan bagian bodi belakang masih mengandalkan bawaan motor yang masih dalam keadaan bagus,” urai Pak Guru SMK ini.

Beres urusan bodi, lanjut ke area engine yang perlu direfresh agar performanya kembali bertenaga seperti saat dulu nongol di Indonesia. “Pengapian meminang Kawasaki Ninja 150, karburator mencomot dari F1 ZR dan merubah transmisi menjadi manual. Selanjutnya kaki-kaki di permak memakai sepasang pelek palang milik Yamaha V-ixion old yang bertapak 1,60 x 17 dan 1,85 x 17 jadi lebih klasik modelnya. Hingga proses painting dilakukan Rohadi sendiri saat kelar jam mengajarnya,” ujar pria yang dapat penghargaan motor tertua Yamaha Champ di 2 Strokes Camp Day 2019, di Cisarua kemarin. (Maleha/Prob/NM)

Spesifikasi Yamaha Alfa dan Champ V100
Jenis Cub Tipe V100
Mesin 1 silinder 2 tak 102,1cc
Bore X Stroke 50.0 X 52.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 1.190 mm
Panjang 1.860 mm
Lebar 635 mm
Tinggi 1.015 mm

LEAVE A REPLY

*