Impresi Pertama Test Ride Honda Genio Cukup Menggoda

0
580
Impresi Pertama Test Ride Honda Genio Cukup Menggoda
Sesi test ride skutik terbaru Honda Genio. Foto: Istimewa & Maleha

Naikmotor –  Setelah peluncurannya, kami berkesempatan untuk melakukan test ride Honda Genio, skutik fashionable untuk kaum kekinian, sesuai dengan target PT Astra Honda Motor. Impresi pertama cukup menggoda baik dari performa mesin hingga handling.

Saat mengikuti sesi test ride Honda Genio di area yang telah disediakan, Naikmotor merasakan dimensi bodinya memang didesain untuk mayoritas orang Indonesia. Dengan postur badan tinggi 165 cm dan berat 50 kg, posisi kaki lebih menapak sempurna dengan aspal, hal ini didukung tinggi jok di angka 740 mm membuat posisi  berkendara antara setang, jok dan floor deck juga nyaman.

Menggenggam setang dan jari menjangkau seluruh ornamen Honda Genio seperti electric starter, brake lever front and rear, tombol klakson, sein dan switch high – low headlamp juga lebih mudah. Tampilan full digital spidometer yang di desain casual dan fashionable sesuai tren anak muda, terlihat jelas dan mudah dipantau.

Akselerasi yang diberikan Honda Genio saat diajak melahap lintasan sepanjang 100 meter dirasakan cukup responsif dan cepat, hal ini di dukung mesin yang benar-benar baru. Salah satunya tingkat vibrasi atau getaran yang tidak terasa. Hal ini karena mengusung mesin generasi baru 110 cc dengan teknologi eSP (enhanced Smart Power) serta menggunakan sistem pembakaran fuel injection PGM-Fi. Tenaga maksimal mesin ini mencapai 6,6 kW di 7.500 rpm, dan torsi puncak di 9,3 Nm di 5.500 rpm. Tingkat responsivitas Honda Genio saat berakselerasi menempuh 0 – 200 meter hanya memerlukan waktu 12,4 detik  dengan kecepatan maksimal 94 km / jam.

Begitu pun juga dirasakan saat test ride Honda Genio mengenai handling dan saat bermanuver di lintasan area riding test yang dibentuk zig zag serta 3 gundukan untuk merasakan kelincahannya. Disematkannya teknologi rangka baru eSAF (enhanced Smart Architecture Frame)  terbukti ringan kala mengajak Honda Genio menari di rintangan yang dengan tipikal high and low cornering. Tidak adanya gejala bagian belakang ngebuang bisa diredam oleh frame yang diproses dengan teknologi mutakhir, press dan laser welding.

 “ Frame ini menggunakan proses produksi mutakhir seperti proses press serta laser welding. Strukturnya dikembangkan untuk meningkatkan stabilitas handling, sehingga motor mudah dikendarai, ringan dan nyaman untuk bermanuver. Selebihnya rangka baru ini mampu member pemanfaatan ruang yang semakin efisien, terbukti dengan kapasitas bagasi 14 liter dan bahan bakar 4,2 liter, “ sebut Makoto Dohi, Assistant Chief Engineer Department 2, Product Development Division #1, Honda R&D Co., Ltd. Motorcycle R&D Center, Japan.

Area pengereman yang sudah dibekali Combi Brake System di semua tipe Honda Genio, mampu menahan laju matic 110 cc ini berhenti dengan cepat tanpa gejala limbung di kedua rodanya. (Maleha/Prob/NM)

Kelebihan

Mesin baru yang dibenamkan di Honda Genio, diklaim mempunyai tingkat komsumsi bahan bakar yang lebih irit dibanding varian lain matik Honda, mampu diajak riding dalam kecepatan konstan dengan 1 liter bahan bakar bisa menempuh jarak 60 km dengan fitur ISS on. “ Keiritan bahan bakar yang dimiliki Honda Genio adalah dibekalinya tingkat perbandingan rasio high compression dengan nilai 10,0 : 1, hal ini juga pertama kalinya bagi Honda mampu mencapai tingkat high compression di kelas matic 110 cc “, ungkap Makoto Dohi, Assistant Chief Engineer Department 2, Product Development Division #1, Honda R&D Co., Ltd. Motorcycle R&D Center, Japan.  Kekhawatiran bahan bakar yang nantinya  digunakan konsumen di Indonesi, mesin generasi baru yang yang dirancang untuk Honda Genio tidak lagi memerlukan angka oktan yang tinggi. Jadi konsumen pecinta motor Honda semakin dipermudah dengan teknologi yang terus menerus dikembangkan.

Data Spesifikasi Honda Genio

DIMENSI
Panjang x Lebar x Tinggi : 1.869 x 692 x 1.061 mm
Jarak Sumbu : 1.256 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 147 mm
Tinggi Tempat Duduk : 740 mm
Berat Kosong (Curb Weight) : 89 kg (tipe CBS), 90 kg (tipe CBS-ISS)
Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 4,2 L
Kapasitas Bagasi : 14 L

MESIN
Tipe Mesin : 4-Langkah, SOHC, eSP
Tipe Pendinginan : Pendinginan Udara
Sistem Suplai Bahan Bakar : PGM-FI (Programmed Fuel Injection)
Volume Langkah : 109,5 cm3
Diameter x Langkah : 47,0 x 63,1 mm
Perbandingan Kompresi : 10,0 : 1
Daya Maksimum : 6,6 kW (9,0 PS) / 7.500 rpm
Torsi Maksimum : 9,3 Nm (0,95 kgf.m) / 5.500 rpm
Tipe Transmisi : Otomatic, V – Matic
Tipe Starter : Elektrik dan Kick Starter
Tipe Kopling : Automatic Centrifugal Clucth Dry Type
Tipe Minyak Pelumas : Basah
Kapasitas Minyak Pelumas : 0,65 Liter (Penggantian Periodik)

RANGKA
Tipe Rangka : Underbone – eSAF (enhanced Smart Architecture Frame)
Jenis Pelek : Cast Wheel
Ukuraan Ban Depan : 80/90 – 14M/C Tubeless
Ukuran Ban Belakang : 90/90 – 14M/C Tubeless
Rem Depan : Cakram Hidrolik, Piston Tunggal
Rem Belakang : Tromol
Sistem Pengereman : Combi Brake System
Tipe Suspensi Depan : Telescopic
Tipe Suspensi Belakang : Swing Arm dengan Suspensi Tunggal

KELISTRIKAN
Sistem Pengapian : Full Transisterized
Tipe Baterai/Aki : MF 12V – 3 Ah (tipe CBS), MF 12V – 5 Ah (tipe CBS–ISS)
Tipe Busi : NGK MR9C-9N

 

LEAVE A REPLY

*