Mau Aman dan Nyaman di Jalan, Perhatikan Kedalaman Alur Ban

0
76
Perhatikan Kedalaman Alur Ban
Pemudik sepeda motor jangan lupa untuk memperhatikan kedalaman alur ban. Foto: Teguh

NaikMotor – Pemudik sepeda motor, persiapan teknis kendaraan harus menjadi perhatian salah satunya faktor ban. Nah, berkaitan dengan kesiapan mudik, jangan lupa perhatikan kedalaman alur ban.  

PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban IRC dan Zeneos memberikan tips mudik seputar ban melalui Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development, salah satu yang diwanti-wantinya adalah perhatikan kedalaman alur ban.  “Untuk perjalanan mudik sebaiknya kondisi ban juga wajib diperhatikan, pertama dengan mengecek keausan ban /cek kedalaman groove/alur atau kembang ban, jika sudah mencapai tanda TWI (Tread Wear Indicator) sudah layak diganti batas ketebalan TWI 0,8 mm,” jelas Dodiyanto.

Pria penggemar tempoyak ini juga menyarankan beberapa hal lain untuk motoris biar mudiknya aman dan nyaman. “ Pattern atau kembangan disarankan sama antara ban depan dan belakang, selalu cek kondisi tekanan angin, kalau perlu setiap berhenti selalu dicek angka tekanannya. Karena kalau tekanan ban berada di bawah rata-rata akan berakibat pada konsumsi bahan bakar boros dan permukaan ban habis tidak rata, kalau terlalu keras telanannya akan tidak nyaman,” tambah Dodiyanto.

IRC Radial RMC810 ZR Rating

Apabila mengganti ban luar disarankan juga mengganti ban dalamnya, kemudian saat pemasangan arah panah ban juga haru sesuai jangan sampai terbalik. “Apabila Anda pengguna pelek jari-jari jangan lupa mengeceknya apakah ada yang kendor atau tidak. Cek  juga kondisi jari-jari bagian dalam, karena kalau rusak bisa memengaruhi ban dalam (tube),” paparnya lagi.

keunggulan ban sportbike radial IRC RMC 810
Ban sportbike baru IRC RMC 810 berstruktur radial serat baja, untuk handling lebih baik. Foto: Eky

Untuk penggantian ukuran ban disarankan sama dengan bawaan motor, “Kalau saya menyarankan penggantian ban itu samain dengan ban bawaan motor, dan kalau mau ganti ukuran disarankan naik 1 tingkat saja jangan terlalu ekstrem karena bisa berakibat akselerasi jadi lamban dan mentok di spakbor juga,” tukas Dodiyanto yang sangat perhatian dengan pemudik. (Teguh/Prob/NM)

LEAVE A REPLY

*