Begini Rasanya Menjajal Sepeda Listrik Vintage Electric Tracker

0
178
sepeda listrik Vintage Electric Tracker
Vintage Electric Tracker dipasarkan oleh Melotronic .Foto: Tim NMC

NaikMotor – Mengendarai sepeda listrik Vintage Electric Tracker memang berbeda dari cruiser lainnya. Tracker adalah model paling bertenaga di antara produk e-Bike asal Santa Clara California.

Sepeda listrik Vintage Electric Tracker diimpor dari Amerika Serikat oleh Melotronic di Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan. Model yang dipinjamkan kepada NaikMotor.com merupakan strata terkuat di antara produk lainnya. Vintage Electric membuat sepeda listrik dengan inovasi dan imajinasi mengacu ke masa depan tanpa meninggalkan jejak masa lampau. Dari estetika kendaraan vintage yang menginspirasi mereka dituangkan ke sebuah drivetrains listrik canggih untuk menemukan keseimbangan. Sains dan seni, klasik dan kontemporer, lalu bentuk serta fungsi menjadi landasan mereka merancangnya.

” Tracker ini sudah pakai Race Mode jadi kecepatannya bisa tembus 58 Km/jam. Kabel charging system-nya model RCA  dan cukup 2,5 jam untuk mengisi full baterainya,” sebut Setiawan Winarto, Bos Melotronic yang fokus bisnis di kendaraan listrik.

Frame sepeda listrik Vintage Electric Tracker terbuat dari material aluminium alloy yang dbuat secara hydroformed atau dicetak dengan tekanan air tinggi. Frame khas sepeda klasik itu melekuk pada top tubenya. Sedangkan pelek 26″ lebar itu berbahan baja chromoly. Itu sudah cukup memberikan kesan kokoh dan stylish pada sepeda berlabur warna ikonik Indy Red.

Sebagai cruiser tentu duduk yang pas adalah tegak, meski harus mengorbankan ergonomi kaki yang harus ditekuk sedikit. Tetapi itu terobati dengan jok berbahan kulit dual density, meski tidak empuk benar. Ketinggian jok bisa diatur melalui mengendurkan seatclamp penjepit seatpost (tiang saddle) polished alloy ukuran 27,2. Ban dalam ukuran 26 x 2,35 tahan tusukan. Ban luar produk Schwalbe tipe fat Frank tire yang diperkuat bahan Kevlar. Ban cukup menambah kenyamanan untuk cruiser yang memang tidak dilengkapi shockabsorber.

Beralih ke setang, dengan display di kiri, dan thumb throttle di kanan serta tuas rem. Hanya saja perlu menyesuaikan diri beberapa waktu agar ingat kalau tuas rem kanan itu ternyata rem belakang. Khusus rem belakang dilengkapi switch pemutus daya ke motor, sekaligus untuk mengubah menjadi mode regenerative braking.

Lokasi : Papabro Cafe MotoVillage

Untuk menyalakan Vintage Electric Tracker tak perlu kunci start atau remote. Cukup tekan tombol di depan bawah display beberapa saat, sampai display menampilkan beberapa informasi dan termasuk status baterai. Sepeda pun siap dijalankan.

Jika ingin semi motorized atau motor assist, atau pedelec, tinggal tentukan level daya (1-5) dan kayuh. Sebab dengan kayuhan, sistem akan memerintahkan motor assist bekerja sesuai level. Pengendaraan pun layaknya sedang mengayuh sepeda biasa. Itu berkat rancangan sensor hall Tracker sudah terintegrasi di motor sehingga penampilan crank hingga motor lebih rapi, tidak ada cakram sensor dan probe serta kabel ke kontroler.

Tetapi jika ingin sepenuhnya dengan dorongan motor, tinggal tekan thumb throttle, seperti tuas gas pada ATV atau Jetski. Pilih tingkat power keluaran 1-5. Jika memilih level 5, maka siap-siap kaget dengan torsi optimal motor 3 kWnya. Soal kecepatan di level tertinggi itu bisa meraih 58 km/jam, atau 36 mph. Sayangnya, memang display hanya menampilkan satuan kecepatan dalam miles per hour (mph). Tetapi tenaganya bisa diredam oleh rem cakram hidrolik produk Promax Lucid.

Sementara komponen lainnya pada Tracker ini tak kalah berkelas seperti crank (pedal) produk F, Gimondi berbahan alloy, 39 teeth. Baterainya 720Wh, rancangan Vintage sendiri yang terintegrasi dengan controller. Charging-nya melalui inlet 48VDC bermodel kabel RCA. Sumbernya langsung dari jaringan listrik rumah. Mode fast chargingnya hanya butuh 2,5 jam agar baterai penuh, cukup untuk menjelajah sejauh 80 km, dalam mode pedelec.

Memacu sepeda listrik Vintage Electric Tracker di jalanan ibukota selama dua hari sebuah pengalaman baru bagi kami, meski sebelumnya pernah menjajal model serupa dari merek lain. Biar wujudnya sepeda, tapi feeling kami seolah mengendarai sepeda motor tanpa suara. Kami sampai lupa mengoperasikan pedalnya untuk mengayuh….hehehe..

Kami menjajal performa setiap levelnya menyesuaikan dengan kondisi jalan, untuk permukaan datar di level 2 atau 3 sudah cukup merasakan sensasinya. Namun bila menemui tanjakan seperti di kawasan Jeruk Purut Cilandak, kami menggunakan level 4 sampai 5. Meski demikian, harus pilih-pilih jalan juga,jangan sampai menemui lubang atau gundukan.

Sayang, karena cuaca hujan saat itu, kami tidak bisa memacu lebih kencang lagi, namun handlingnya cukup gesit meliuk-liuk menyalip kendaraan lain. Akhirnya, saat malam hari di jalan Antasari kami bisa tembus sampai 55 Km/jam atau 34 Mph. Untuk sebuah sepeda, kecepatan itu sudah lumayan kencang.

” Vintage Electric Tracker Rp 76,5 juta plus race mode yang nambah speed jadi up to 58 km/ jam itu plus Rp 1,6 juta, jadi total harganya Rp 78,1 juta termasuk race mode,” sebut Setiawan. Tertarik?  Silakan ikuti akun instagram mereka @melotronic.id (Arif/Afid/nm)

Spesifikasi Sepeda Listrik Vintage Electric Tracker
Size Range One Size 5’3″-6’4″
Weight w/ Battery 36 Kg
Available Colors Indy Red
CA E-bike Classification 2
Pedal Assist Included
Throttle Included
Street Mode MPH 20 / 32 Km/jam
Race Mode MPH 36* / 58 Km/jam
Hours to Charge 2.5
Range on Full Charge 25-50mi /40 – 80 Km in Street Mode
Regenerative Braking Integrated in rear brake Lever
Front Suspension Available accessory upgrade
Removeable Battery N/A
Battery 720 watt-hours
Drivetrain Direct Drive 750W hub motor (3000w race mode)
Frame Hydroformed aluminum
Fork Chromoly steel w/ billet aluminum crowns
Front Hub 20mm thru-axle polished black
Rear Hub 135mm 3000w direct drive
Spokes Stainless steel
Rims 26″ x 50mm
Inner Tubes 26″ x 2.35mm thorn resistant
Front Tire 26 x 2.35 Schwalbe Fat Frank w/ Kevlar Guard
Rear Tire 26 x 2.35 Schwalbe Fat Frank w/ Kevlar Guard
Crankset FSA Gimondi
Chainrings 39T
Bottom Bracket 116 Thun torque sensor
Shift Levers N/A
Front Derailleur N/A
Rear Derailleur N/A
Freewheel 16T
Chain KMC Z410 NP 1/2″ x 1/8″
Brake Levers Promax Lucid w/ built in regenerative braking
Front Brake Promax Lucid Hydraulic disc brakes
Rear Brake Promax Lucid Hydraulic disc brakes
Handlebars Choromoly Riser Bar
Grips Leather ring grip
Stem Billet aluminum
Headset Alloy 1 1/8″ internal
Saddle Dual density with perforated Leather
Seatpost Polished alloy 27.2 x 270mm
Seat Binder Polished alloy silver 31.8mm
Pedals Touring pedals
Headlight 5 3/4″ 6v LED
Taillight Supernova 6v LED
Fender Rear alloy fender

LEAVE A REPLY

*