Nikmatnya Menyisir Jalur Selatan Jawa Barat dengan Royal Enfield, Ini Rutenya

0
268
Menyisir Jalur Selatan Jawa Barat dengan Royal Enfield
Royal Enfield mengajak jurnalis menyusuri rute selatan Jawa Barat dari Jakarta via Cianjur - Sukanegara - Ciwidey. Foto: Royal Enfield

NaikMotor – PT Distributor Motor Indonesia (DMI), diler resmi Royal Enfield di Indonesia memiliki cara tersendiri untuk memberikan pengalaman berkendara kepada media. Seperti saat mengajak jurnalis menyisir jalur Selatan Jawa Barat dengan Royal Enfield melalui rute Cianjur – Sukanagara – Rancabali – Ciwidey, (5-6/4/2018). Tujuanya ke acara BBQ Ride 2018 di Sport Jabar Arcamanik.

Perjalanan dimulai Kamis (5/4/2018) pukul.07.00 WIB dari showroom PT DMI, kawasan Pejaten dengan beranggotan empat media termasuk kami, lalu ada Makki Parikesit atau Makki Ungu, bassist band Ungu, satu mekanik DMI dan dua personel PT DMI, Didi Fauzie dan Pandu Rahadya serta Andre Ginting, pemilik RE. Kebetulan kami dipercaya menjadi pimpinan rombongan atau road captain dalam perjalanan menyisir jalur selatan Jawa Barat dengan Royal Enfield.

Jalur keberangkatan kami menggunakan rute biasa melalui Depok dan jalan Raya Bogor untuk beristirahat di kawasan Gadog. Kami yang terbiasa memacu Royal Enfield Bullet 500 tentu bukan masalah, sementar ketiga rekan lainnya yang baru menjajal tampak dengan mudah bisa melakukan adaptasi dari cara bawanya, good.

Sesuai pesan kami di briefing awal sebelum berangkat, kaidah keselamatan berkendara yakni setiap dua jam berhenti untuk istirahat dilakukan. Lanjut melewati Puncak tanpa masalah baik cuaca maupun kondisi lalu lintas yang bersahabat, kami berhenti di daerah Cianjur untuk makan siang. “Intinya kita ingin memberikan pengalaman berkendara kepada media sambil menikmati alam melalui jalur selatan Jawa Barat. Bukan test ride motor. Silakan rasakan sendiri motornya,” sebut Didi Fauzie.

Sampai Cianjur kami tanpa kendala urusan jalur, namun menuju tujuan hari pertama ke Glamping Lake Side Rancabali yang melewati rute Sukanegara, kami harus menggunakan panduan Google Maps. Seluruh rombongan semuanya baru melewati jalur ini, jadi tentu mengandalkan kami sebagai pimpinan di depan.

Kesalahan memasukan tujuan akhir tanpa melewati rute yang harusnya dilalui membuat kami sempat menyasar kembali ke rute biasa Cianjur – Bandung hingga Ciranjang sejauh 35km. Hal ini ditambah karena ponsel kami tidak bisa menerima panas berlebihan membuat hilang panduan. Akhirnya kami kembali ke jalur yang benar melalui Cibeber lalu ke Sukanegara, namun diadang hujan besar. Tak berlangsung lama, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan jalanan berkelok melalui Karangjaya hingga masuk areal perkebunan teh Rancabali yang berselimut kabut dan gerimis tipis.

Mencapai Glamping Lake Side Rancabali ternyata tidak mudah mengikuti panduan peta setelah berbelok dari jalan raya besar, karena kami harus berjuang saat masuk jalur perkampungan menjelang Magrib. Kondisi jalan tanah licin dan berbatu dengan tanjakan dan turunan mengadang kami.

Beruntung tidak terjadi insiden berarti hingga kembali ke jalan perkebunan dan finis di Rancabali. Total waktu tempuh perjalanan kami menyisir jalur Selatan Jawa Barat dengan Royal Enfield melalui rute Cianjur – Sukanagara dan finis di Rancabali mencapai 13 jam dengan total jarak tempuh 290Km ditambah nyasar.

“Seru banget perjalanannya karena berbagai kondisi jalan kita lalui dengan pemandangan alam yang indah. Kayaknya gue mau mengulang lagi rute ini mengajak keluarga,” sebut Makki Ungu yang tampak enjoy meski disiksa jalan. Kami pun menikmati makan malam di atas replika kapal pinisi untuk kemudian beristirahat di dalam tenda dengan fasilitas kamar hotel.

Hari kedua menyisir jalur Selatan Jawa Barat dengan Royal Enfield kami menuju Pasirjambu, usai mengisi BBM di Ciwidey. Masuk ke Jalan Gambung kami sempat bermain di trek tanah sebelum melakukan Sholat Jumat di Masjid Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung.

Tampaknya asyik, karena menuju makan siang di Pangalengan kami melewati hamparan perkebunan teh dan huran pinus Rahong. Dipandu rekan motoris asal Bandung yang menyambut kami di Rancabali, Ferry Kana, kami diajak mengeksplorasi Situ Cileunca termasuk melewati Jembatan Cinta. Aww…

Hari kedua perjalanan kami didukung udara cerah sampai kemudian kembali ke Pengalengan menuju hotel tempat menginap di Kota Bandung dengan melalui Baleendah dan Bojongsoang hingga akhirnya finis di hotel menghabiskan waktu dua jam perjalanan.

Besok harinya, kami bersiap menuju kemeriahan acara BBQ Ride 2018 di Sport Jabar Arcamanik dengan rombongan Reborn dari Social Garage Bandung. Royal Enfield membuka booth paling depan pintu masuk areal sehingga menjadi pusat perhatian pengunjung BBQ Ride 2018 yang tahun ini mencapai 15 ribu.

Nah, mau mencari sensasi jalur selatan dari Jakarta? Silakan coba jalur ini. (Arif/nm) 

LEAVE A REPLY

*