Skinny Chopper Queen Lekha Jadi Best of The Best Suryanation Surabaya

0
The Greatest Bike
Detail yang sempurna menjadi kunci 'Skinny Chopper' ini bisa menang sebagai best of the best Suryanation Motorland Surabaya 2017. Foto: Gilang

NaikMotor – Harley-Davidson Shovelhead lansiran 1979 garapan Queen Lekha Choppers terpilih sebagai best of the best Suryanation Motorland (SM) Surabaya 2017. Motor milik Lufti Ardhika mengalahkan 130 motor lain yang ikut di seri pamungkas tahun ini.

Detail yang sempurna menjadi kunci ‘Skinny Chopper’ ini bisa menang. Yayack, builder Queen Lekha Choppers mengatakan, mulai dari pemilihan rangka, jeroan mesin, hingga detailing seperti airbrush dan pernik semua memang dipikirkan matang.

Queen Lekha

Airbrush dengan tema hijau daun ditangani oleh Danny dari Hacka Pinstriping. Sedangkan ukiran ‘God Bless’ di rocker arm cover di kepala silinder yang dipercayakan pada David Stone dari Mojokerto. Pria yang juga mengerjakan ukiran di trike ‘Ojo Dumeh.’

“80 persen ubahan yang ada di motor ini kami buat sendiri mulai dari rangka, tangki, lampu depan, springer depan, hanya mesin saja punya H-D asli tapi untuk jeroan mesin sudah kami ganti. Nyaris semuanya sudah berubah total di motor ini,” kata Yayack.

Queen Lekha

Pria berkuncir ini mengatakan agar sedikit beda ia memutuskan menggunakan pelek 23 inci di depan. Aplikasi kaki-kaki lebih besar pun langsung membuat tampang motor berubah drstsis, apalagi dibalut ban semi pacul sehingga terlihat lebih berisi.

“Bagian yang sulit paling down tube, kerana saya pakai single down tube, soalnya biasanya Harley double down tube. Nah single down tube itu saya sambung besi yang dibubut sebagai penghias. Kesulitan lain ngepasin riding position yang punya (Lutfi) soalnya dia gede,” jelasnya.

Queen Lekha

Yayack menjamin meski hampir semua bagian motor hand made tapi kekuatannya tetap diperhatikan. Meski tidak dijadikan motor harian, motor yang dirakit di Jogyakarta ini sudah lulus test ride 150 km untuk menguji performa, durabilitas dan kenyamanan motor.

“Semua motor garapan kami memang kami tes dulu. Buat motor ini begitu jasi sudah dibawa jalan jauh juga buat tes dari Jogya ke Pangandaran dan tidak kenapa-kenapa. Tadinya motor ini mau diikutkan ke Jepang acara Indonesia Attack tapi jadinya ke sini,” tutup Yayack.(Agl/nm)

LEAVE A REPLY

*