Catat! 4 Hal Penting Persiapan Mudik Naik Motor

0
persiapan mudik naik motor
Gambaran tradisi mudik naik motor di Indonesia. Foto: Dok.NMC

NaikMotor – Pemerintah mengimbau tidak mudik menggunakan sepeda motor, namun hal itu tetap tidak menyurutkan masyarakat pulang ke kampung halaman naik motor. Alasannya pun beragam, mulai lebih ekonomis hingga lebih cepat. Namun tetap ada 4 hal penting persiapan mudik naik motor.

Jika terpaksa ingin mencapai kampung halaman bersepda motor, butuh persiapan yang tidak sedikit. Jusri Pulubuhu, Chief Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, empat hal penting persiapan mudik naik motor menyangkut fisik, waktu perjalanan, istirahat di jalan, dan barang bawaan.

Soal Kenaikan Surat Kendaraan dan Kategori SIM C

“Saya tidak menyarankan mudik naik motor, pemerintah juga sama sejak lama mengimbau agar tidak mudik menggunakan sepeda motor. Tapi itu kan saran, kalau diikuti bagus, kalau tidak ya enggak apa-apa. Cuma memang mesti ada persiapan mudik naik motor secara khusus dengan memperhatikan empat hal berikut,” katanya. Apa saja?

1. Sadari Fisik
Bisa saja dua tahun lalu Anda mudik dari Jakarta ke Jogyakarta naik motor tanpa masalah. Tapi musti diingat, badan manusia punya kapasitasnya sendiri. Jangan paksakan badan Anda jika kondisi tidak memungkinkan. Apalagi dulu mudik sendiri tapi sekarang bersama keluarga.

2. Mulai Perjalanan
Tentukan kapan waktu keberangkatan mudik. Semakin mendekati hari ‘H’ tentu akan semakin macet. Kemacetan akan menguras fisik dan mental, apalagi tengah berpuasa. Pastikan Anda memiliki patokan kapan waktu berangkat yang tepat dan kapan sampai tujuan. Kemudian tentukan kapan balik sampai di Jakarta lagi.

Ketika sudah memutuskan kapan waktu mudik, maka putuskan waktu perjalanan. Jusri mengatakan, memulai perjalanan jauh paling tepat dilakukan setelah subuh. Kenapa? karena saat pagi hari, tubuh baru menerima asupan nutrisi. Bisa dari sahur, atau sarapan yang sehat.

“Saat pagi cuaca juga masih sejuk. Kondisi jalan belum terlalu ramai. Setidaknya, kalau jalan saat subuh kita punya waktu 1 jam sebelum ke batas kota. Setelah itu baru lakukan perjalanan lagi,” kata pria yang sudah puluhan tahun touring motor gede lintas negara ini.

3. Waktu Istirahat
Waktu tempuh berbanding lurus dengan waktu istirahat. Sekali lagi, meski Anda merasa badan kuat tapi belum tentu badan merasakan hal sama. Bisa jadi otot atau bagian lain sudah kelelahan (fatique), tapi Anda seolah tidak merasakannya karena ingin segera sampai kampung halaman.

Sering terjadi, kelelahan seperti ini dapat menyebabkan kecelakaan. Maka itu, kata Justri, ketika mudik naik motor lakukan istirahat yang cukup. Istirahatlah setiap 2 jam dengan interval waktu 15-30 menit. Lakukan peregangan supaya melemaskan otot dan suplai udara baru ke otak.

Tidak ada istirahat terbaik selain tidur! Karena itu jika sudah naik motor lebih dari 8 jam, atau merasa mengantuk, segera cari tempat istirahat, kalau memungkinkan tidur. “Tidur saja, jangan dipaksakan, jangan karena ingin cepat sampai saja. Tidur bisa 15-30 menit. Cukup,” katanya.

4. Barang Bawaan
Bawa barang bawaan seringkas mungin atau bawalah barang sewajarnya. Jangan bawa barang melebihi kapasitas motor. Jangan membawa barang berdimensi besar melebihi lebar stang. Jangan membawa barang bawaan sampai menutupi nomor polisi dan mengganggu sein, atau lampu depan belakang.

Hal ini penting, karena sein dan lampu depan belakang merupakan penanda motor atau ‘alat komunikasi’ kendaraan kepada pengendara lain.

“Demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan bersaama, bawalah barang bawaaan yang wajar jangan membahayakan diri sendiri apalagi sampai berlebihan. Kalau memaksa, lebih baik barang dikirim melalui jasa pengiriman. Jadi ketika sampai di tempat tujuan barang jusa sampai,” katanya.(Agl/NM)

jalur mudik pantura 2016

LEAVE A REPLY

*