Harley-Davidson XR750 Berjaya Karena Regulasi AMA

0
Harley-Davidson XR750
Harley-Davidson XR750, sejak 1969 menguasai flat track AMA. Foto: Harley-Davidson

NaikMotor – Pada masanya 1970-2000an Harley-Davidson XR750 berjaya karena regulasi AMA. Pasalnya aturan balapan AMA Grand National Championship mengharuskan penggunaan mesin 750 cc dengan side valve.

Regulasi American Motorcyclist Association (AMA) yang mulai diberlakukan pada 1969 itu membuat pabrikan lain kesulitan dan kalah bersaing soal performa. Karena bagi mesin overhead-valve (OHV) yang umum digunakan pabrikan seperti Triumph, BSA dan Norton dibatasi kapasitasnya hanya sampai 500 cc.

Harley-Davidson XR750 Berjaya Karena Regulasi AMA
Harley-Davidson XR750 menemukan settingan terbaiknya pada awal 2000-an. Foto: Harley Davidson

Ternyata imbasnya bukan hanya di balapan saja, tetapi sampai pasar untuk harian. Produk-produk Inggris itu turut surut penjualannya pada awal 1970-an. Sebaliknya, pasar sepeda motor 650 dan 750 cc semakin meningkat.

Sementara XR750 mendomimasi hampir setiap balapan sejak itu hingga awal abad 21. Sejak diperkenalkan sejak 1972 hingga 2008, XR750 telah memenangkan 29 dari 37 balapan dirt track AMA Grand National Championship. Dan tentunya mesin pun semakin lama semakin mumpuni karena revisi dan perbaikan. Bahkan penyakit awal, mudah overheat sudah tidak membayangi lagi. Terakhir dengan penerapan alloy head untuk V-twin 750 cc itu yang memiliki kemampuan disipasi panas lebih baik.

Harley-Davidson XR750 Berjaya Karena Regulasi AMA
Harley-Davidson XR750 mesin alloy head menghasilkan 82 daya kuda pada 7.700 rpm, dan kecepatan puncaknya bisa mencapai 185 km/jam. Foto: Harley Davidson

Alloy head itu disempurnakan oleh Jerry Branch dari Branch Flowmetrics di Long Beach, dengan porting. Hasilnya memang sedikit lebih besar dibandingkan dengan mesin iron head sebelumnya. Ubahan lainnya dengan memperbesar bore menjadi 78,7 mm dan stroke diperpendek menjadi 76,2 mm. Dengan suplai kabut bahan bakar oleh Mikuni 36 mm pada masing-masing silinder, hasilnya mesin alloy head itu menghasilkan 82 daya kuda pada 7.700 rpm, dan kecepatan puncaknya bisa mencapai 185 km/jam.

Kesuksesan di flat track membuat pabrikan dari Milwaukee itu mengembangkan versi road racing, dengan nama XRTT, Nama belakangnya merujuk pada Isle of Man Tourist Trophy (TT). Tentunya perlu banyak modifikasi untuk bisa berkompetisi di jalanan aspal. Road racing akan membutuhkan stop and go yang sering. Hasilnya cukup unik, rem depan masih menggunakan tromol dengan 4 brake shoe produk Fontana. Dan pada bagian belakang barulah menggunakan rem cakram tunggal.

Meskipun kemudian penerapan tromol ganda di bagian depan justru membuat bagian depan terlalu berat. Sehingga diganti dengan cakram pada akhirnya.

XRTT dilengkapi dengan fairing serat kaca dengan pelindung panas untuk kaki. Tangkinya berkapasitas 23 liter, dan tangki oli berbahan aluminium.

Suspensi depannya menggunakan produk Ceriani dan Girling untuk shock ganda nya, konfigurasi suspensi yang sama dengan model flat tracker-nya. Pada XRTT mesin menghasilkan 80 daya kuda pada awal diperkenalkan 1972, dan pada model terakhir 2008 mesin menghasilkan 100 daya kuda. (Afid/nm)

Harley-Davidson XR750 Berjaya Karena Regulasi AMA

LEAVE A REPLY

*