Membelah Jalur Ekstrem Sumbawa – Lombok dalam Indonesian Six Days Enduro

0
Indonesian Six Days Enduro
7th Indonesian Six Days Enduro 2016 Sumbawa - Lombok

NaikMotor – Indonesian Six Days Enduro (I6DE) 2016 yang berangsung awal bulan Desember, mempertemukan para rider petualang dengan lintasan penuh tantangan di wilayah Timur Indonesia yakni Nusa Tenggara Barat sepanjang 900 Km.

I6DE 2016 menaklukan tantangan tiga pulau yakni Sumbawa, Moyo, dan Lombok serta dua gunung berapi, Tamnbora dan Rinjani yang ditempuh selama enam hari.

Hari pertama, 51 rider dari pelbagai daerah di Indonesia (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan NTB) dan dua di antaranya dari Malaysia memulai perjalanan dari Kota Dompu, Nusa Tenggara Barat. Puluhan kilometer padang savana telah menyambut rombongan tak lama setelah memulai perjalanan.

7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa - Lombok
7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa – Lombok

Rintangan mulai ditemui ketika mereka tiba di Dorochaga, sebuah wilayah perbukitan setinggi 500 mdpl yang memiliki kontur lintasan tanjakan curam, menyentuh sudut kemiringan 70 derajat.

Tuntas dari Dorocharga, tantangan untuk peserta tidak mengendur, di mana mereka harus melewati medan berpasir dan menanjak untuk mencapai puncak Gunung Tambora. Stamina sangat terkuras di sana, sebab selain harus berjibaku dengan lintasan, peserta juga harus bertahan di tengah udara dingin.

Trek menuju puncak Tambora memakan banyak korban, sehingga hanya lima rider yang bisa melewati keseluruhan rute sepanjang 200 km yang dirancang oleh Team Enduro Total Indonesia. Sementara rider lainnya keluar dari jalur utama dan bertemu di base pertama.

7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa - Lombok
7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa – Lombok

Memasuki hari kedua, sebagian peserta mendapatkan masalah motor dan fisik akibat kelelahan saat menghantam rintangan berat di hari pertama. Akhirnya, mereka memutuskan untuk langsung menuju ke base camp kedua di Pantai Calabai.

Di sisi lain, para peserta yang mengikuti perjalanan hari kedua berjibaku menerobos belantara di kaki Gunung Tambora. Jalur air yang tercipta setelah hujan badai mengguyur memeras stamina para peserta, belum lagi mereka harus memacu motor di tanjakan Doropeke yang terkenal curam dan sulit dilalui. Beberapa peserta akhirnya memilih keluar jalur dan hanya tujuh orang saja yang bisa melewati semua rintangan hingga tiba di base camp kedua sepanjang 80 km.

7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa - Lombok
7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa – Lombok

Dari Pantai Calabai, motor diboyong oleh perahu kayu untuk sampai di Pulau Moyo yang dipilih sebagai jalur di hari ketiga. Setelah mendarat, peserta langsung dihadapkan pada trek light off-road sejauh 35 kilometer. Di tengah perjalanan, panitia membawa rombongan mengunjungi Air Terjun Mata Jitu yang tersohor namanya, bahkan disebut-sebut, Permaisuri Inggris, Lady Diana pernah mandi di sana.

7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa - Lombok
7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa – Lombok

Setelah memanjakan pandangan untuk sementara waktu, peserta melanjtkan perjalanan ke Desa Labuan Aji yang juga menjadi base camp hari ketiga. Dari sana, motor diangkut dengan perahu untuk masuk ke Kota Sumbawa.

Skenario yang dibuat panitia dengan memulai perjalanan di Sumbawa pada siang hari, selepas waktu makan siang membuat peserta bertanya-tanya dan tak sedikit yang gelisah, karena trek menuju Batu Rotok membutuhkan waktu lama. Jika memulai perjalanan siang hari, mereka akan sampai di base camp hari keempat pada malam hari, dan trek di sana juga terbilang sangat ekstrem.

7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa - Lombok
7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa – Lombok

Sejumlah peserta diam-diam mencuri start untuk bisa sampai sebelum matahari terbenam. Tapi, sebagian lainnya tetap memulai perjalanan sesuai waktu yang ditentukan di hari keempat.

Menjelang sampai di Batu Rotok, peserta harus menempuh lintasan tanjakan tanah nan licin dan berlumpur. Tak sampai di situ, mereka juga akan disambut tanjakan berbatu, beberapa saat menjelang pintu Batu Rotok. Banyak motor peserta yang rusak, seperti kampas kopling yang rontok akibat kelelahan dipacu sepanjang perjalanan. Salah satu motor DR Jenggo asal Papua harus rontok dan dievakuasi selama dua hari dua malam hingga langsung loncat ke base camp lima di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Di sana, rombongan terbagi dua, sebagian bermalam di Desa Batu Rotok, sebagian lainnya tertahan satu kilometer di bawah karena kondisi sudah larut malam dan kondisi jalan rusak parah, ditambah genangan lumpur setinggi hampir 50 cm.

7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa - Lombok
7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa – Lombok

Setelah semalaman beristirahat mengisi tenaga dan bahan bakar motor, perjalanan berlanjut untuk hijrah dari Sumbawa menuju Lombok.

Di hari terakhir, para peserta tidak lagi berjibaku dengan medan ekstrem, mereka hanya berkendara ke atas Gunung Rinjani, melewati lintasan light off-road.

Perjalanan I6DE 2016 akhirnya usai setelah sampai di Gunung Rinjani. Syukurnya tidak satupun peserta mengalami masalah berarti, apalagi cedera. Mereka sampai dengan selamat, hingga bisa menikmati kenyamanan di atas Rinjani.

7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa - Lombok
7th Indonesian Sixdays Enduro 2016 Sumbawa – Lombok

Menurut Erick Anying, founder ISDE dari Enduro Total Indonesia sebagai penyelenggara, tahu depan Indonesian Six Days Enduro akan digelar di Papua. (rls/NM)

Fotografer : Kadek Ramayadi, Dharmawan K. Handoyo, Rah Jumbo, Daniel W. Handoyo, Sadik Wibisono

LEAVE A REPLY