Tips Mengenali Tipe Shockabsorber Ohlins

2
shockabsorber ohlins
Ohlins memiliki setidaknya 5 tipe shockabsorber. Foto: Afid

NaikMotor -Produsen suspensi asal Swedia, Ohlins memiliki setidaknya lima tipe untuk shockabsorber yang disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. berikut tips mengenali tipe shockabsorber Ohlins.

Shockabsorber umumnya terdiri dari per, batang berukuran kecil yang bergerak naik turun, biasanya disebut piston dengan lubang kecil untuk aliran oli (shim) dan tabung besar berisikan oli.

Saat bekerja, guncangan dari jalan sudah diredam oleh per, tetapi untuk kenyamanan, osilasi per diharapkan hanya terjadi sekali. Piston akan menekan oli, tetapi gerakannya akan terbatas sebab hanya sedikit oli yang melalui katup shimnya. Pergerakan perangkat shockabsorber tadi akan mengubah energi menjadi panas.

Ada dua peristiwa saat itu, kompresi dan rebound saat itulah piston dan oli bekerja meredam osilasi. Kebanyakan shockabsorber saat kompresi dengan cepat, tetapi saat rebound lebih perlahan mengembalikan posisi per.

Walaupun ketika membeli sepeda motor, kebanyakan pemilik tak terlalu mementingkan fitur yang dimiliki oleh suspensi bawaan pabrik. Lain lagi dengan penyuka kenyamanan berkendara, shockabsorber diharapkan sesuai dengan kenyamanan subyektif yang diinginkannya. Terkadang untuk mewujudkannya, harus membeli suspensi after market di pasaran.

Eddy Saputra, direktur Ohlins Indonesia mengatakan, “Sebelum membeli shockabsorber sebaiknya kenali dahulu tipe-tipenya berdasarkan cara peredaman, fitur dan teknologi yang dimilikinya,” ujar Eddy saat workshop suspensi beberapa waktu lalu kepada NaikMotor.

Ada 5 tipe shockabsorber jika dilihat dari cara peredaman dan konstruksinya. Tipe pertama E(mulsi), suspensi yang umum digunakan pada sepeda motor terutama berkapasitas kecil. Suspensi ini hanya mengandalkan oli sebagai peredam. Sehingga konstruksinya pun sederhana, penggunanya tak bisa melakukan setelan kompresi maupun rebound.

Tipe lainnya, D(ividing) piston, selain oli, pada tabung ditambahkan juga gas, seperti Nitrogen. Oli dan gas dipisahkan oleh floating piston, sehingga reaksi piston lebih cepat.

Tipe berikutnya dilengkapi dengan reservoir, disebut sebagai tipe P(iggy) back. Reservoir yang diletakkan di samping shockabsorber memiliki peran sebagai pendinginan oli, sehingga shockabsrober bekerja lebih efektif.

Tipe lainnya dengan cara kerja yang sama tetapi dengan konstruksi berbeda adalah tipe H(hose), tabung dan reservoir dihubungkan dengan selang. Maksudnya agar reservoir bisa ditempatkan di bagian lain, terutama jika ruang suspensi sempit. Shockabsorber dengan reservoir umumnya memiliki setelan untuk kompresi dan rebound. Sehingga penggunanya bisa secara subyektif mengatur kenyamanan yang diinginkan.

Tipe lainnya twin tube seperti model TTX Ohlins. Produk dilengkapi dengan tabung dengan shim fungsi untuk kompresi dan rebound terpisah. Pengaturan kompresi dan rebound pun terpisah ditandai dengan dua clicker, bisanya sebelah kiri untuk kompresi sedangkan clicker kanan untuk rebound. Pengaturan kompresi dan rebound akan lebih detil. (Afid/nm)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*