4 Modul Keselamatan Berkendara dari Rescue Perindo untuk Pengojek

2
20
rescue perindo
Rescue Perindo bekerjasama dengan ORD Training Center mengadakan pelatihan untuk para pengemudi ojek. Foto: Arif

NaikMotor – Rescue Perindo, organisasi sayap Partai Perindo mengajak para pengemudi ojek untuk memahami pengetahuan dasar bermotor, potensi bahaya serta pemahaman arti penting keselamatan berkendara.

Bekerjasama dengan ORD Training Center dan Korlantas Mabes Polri, selama dua hari, Rescue Perindo memberikan pelatihan safety riding kepada 100 pengemudi ojek dan konvensional atau pangkalan, (17-18/9/2016) di kantor pusat DPP Perindo, Jalan P.Diponegoro 29 Jakarta.

Dalam pemaparan materi yang diberikan oleh Wijaya Kusuma dari ORD Training Center, pelatihan berjudul Riding Skill for Life, membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan berkendara sepeda motor.

Mereka diberikan pengetahuan teori yang didukung video serta praktik cara berkendara dimulai dari pengecekan motor dilanjutkan dengan teknik melalui rintangan di jalan.

“ Sebagai pengemudi ojek yang setiap hari berkendara di jalan mencari nafkah dan membawa penumpang, tentu harus memiliki pemahaman mengenal motor, peraturan lalu lintas, perlengkapan keselamatan berkendara hingga potensi-potensi bahayanya. Ini yang menjadi perhatian kami untuk pengojek yang jumlahnya tumbuh subur,” sebut Wijaya Kusuma, instruktur ORD yang bersertifikat internasional.

Adapun yang diajarkan kepada mereka antara lain persiapan berkendara menyangkut pengenalan sepeda motor, fungsi komponen dasar (setang, tuas gas, rantai atau belt, rem, ban) serta persiapan sebelum berkendara (kelengkapan berkendara dan perencanaan perjalanan).

“Setiap hari bersentuhan dengan ponsel, jangan pernah mengoperasikannya sambil berkendara, Anda harus berhenti  total di tempat yang aman saat menerima order atau mendapat panggilan. Risiko besar mengancam Anda karena potensi bahaya mengemudi sambil mengoperasikan ponsel itu dua kali lipat serta mengurangi konsentrasi,” tambah Jaya.

Setelah mempelajari persiapannya, peserta pelatihan diberikan modul kedua yakni soal faktor personal berupa penyebab kecelakaan (mental, perilaku, pengetahuan dan keterampilan), pengaruh zat asing (obat resep dokter, narkotika dan alkohol), kondisi fisik, kondisi mental,perilaku berkendara (penggunaan hp, membawa penumpang, membawa barang, patuhi rambu lalu lintas dan marka, hormati pengguna jalan lain.

Modul ketiga yang diajarkan yakni dasar berkendara dan manuver terdiri dari (posisi berkendara, posisi tangan dan kaki, pengaturan kaca spion, blind spot, sudut dan daya pandang, termasuk di dalamnya teknik dasar berkendara mulai pengereman, perpindahan gigi, tikungan, persimpangan, berkendara saat hujan, banjir, malam, kabut.

“Khusus soal blind spot, ini hal paling penting diketahui oleh semua dengan kepadatan lalu lintas di Jakarta. Berkendara di samping atau belakang truk tronton itu memiliki potensi bahay besar. Prinsip berkendara kita adalah SEE (Search yakni melihat pandangan seluas-luasnya, Evaluate untuk evalusia berinteraksi dengan risiko yang bisa terjadi serta Execute mengambil tindakan dengan risiko terkecil,” beber Jaya.

Dan terakhir yang diberikan kepada para pengemudi ojek adalah soal manajemen risiko kecelakaan, bagaimana potensi risiko itu dikurangi. (Arif/nm)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

*