Lewat Penilaian Selektif, Suryanation Motorland Ingin Munculkan Karya Otentik

1

Road_to_suryanation_Motorland_2016_Surabaya_02
Para juri yang akan bertugas di Suryanation Motorland 2016. Foto:YA

Jakarta (naikmotor) – Bukan hanya sekadar kontes motor kustom, Suryanation Motorland, juga mengemban misi untuk memajukan industri kustom di Indonesia. Penilaian dalam kontes dibuat lebih selektif, guna menyaring karya terbaik yang otentik.

Setelah melakukan rangkaian acara pembuka, bertajuk Road To Suryanation Motorland 2016 di Lampung, Surabaya, dan Bandung, selanjutnya main event Suryanation Motorland 2016 akan berlangsung mulai Agustus mendatang. Medan menjadi kota pertama yang dikunjungi, disusul Palembang, Semarang, dan Makassar. Satu karya motor kustom terbaik di kota-kota tersebut disaring untuk unjuk gigi di laga final yang berlangsung dalam acara puncak bertajuk ‘Big bang’ di Malang.

Dengan meghadirkan juri-juri kompeten, di antaranya Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycles Yogyakarta), Tommy Dwi Jatmiko (Mastom Custom Jakarta), dan Donny Ariyanto (Studio Motor Jakarta), kriteria penilaian dibuat sangat selektif dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

“Kami menilai dari beberapa aspek, yakni keunikan, teknikal, dan kesesuaian konsep. Yang jelas harus ada pesan yang disampaikan lewat karya tersebut. Karena itu, peserta harus memberikan pengantar karya mereka, bisa lewat tulisan singkat, atau jika mereka ingin memberikan cerita tentang motornya juga bagus,” jelas Tommy Dwi jatmiko.

Perkembangan kustom kulture di Indonesia sedang menggeliat akhir-akhir ini, lewat Suryanation Motorland, diharapkan lahir suatu karya yang segar, bahkan bisa menjadi trend yang mendunia. “Kami ingin builder di Indonesia memiliki kemandirian , mereka bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda. Motor mereka menjadi punya ciri khas, bukan hanya mengikuti trend yang ada,” lanjut Tommy.

Geliat kustom bukan hanya terjadi di kota-kota besar, builder-builder lokal juga memiliki antusias besar untuk berkarya, dan menunjukan karya mereka kepada publik. Namun, builder di beberapa daerah kerap terkendala soal pasokan komponen serta alat untuk membangun motor mereka, kehadiran Suryanation Motorland diharapkan dapat menjadi wadah saling tukar informasi builder lokal, juga menjadi barometer custom exhibition di Tanah Air.

“Teman-teman di daerah, khususnya di luar Pulau Jawa juga punya geliat kustom yang luar biasa. Kehadiran acara ini bisa menjadi wadah untuk berbagi informasi bagi mereka. Selain itu, Suryanation Motorland juga bisa menjadi trigger untuk mereka terus berkarya,” lanjut Donny Ariyato. (yudistira/nm)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

*