Keren, Apparel Brand Lokal Mejeng di Booth Honda, Ini Komentar AHM

0
39
Apparel Brand Lokal Mejeng di Booth Honda
Apparel brand lokal mejeng di booth Honda di IMOS 2018. Foto: Gentlemen's Pact

NaikMotor – Sepetrti biasa, di setiap pameran otomotif, PT Astra Honda Motor tampil maksimal mengerahkan semua produk termasuk konsep penataannya. Namun, mata pengunjung salah satunya tertuju pada display apparel brand lokal mejeng di booth Honda di Plenary Hall JCC Senayan di IMOS 2018. 

Sosok Honda Monkey Z125 berwarna kuning adalah magnet lain dari deretan 37 produk yang ditampilkan AHM di IMOS 2018. AHM menyuguhkan tema “Do The Impossible” dengan kehadiran beragam tipe motor  mulai dari segmen Big Bike, sport, cub, hingga skutik. Semuanya dihadirkan AHM yang dikemas melalui 6 zona yang mewakili identitas setiap konsumen, yaitu Cruiser, Adventure, Supersport, Advance, Lifestyle,dan Commuter.

Di belakang motor yang hanya menjadi product study alias tes pasar tanpa banderol tersebut ada berbagai pajangan dengan desain menarik. Ya, beragam apparel brand lokal mejeng di booth Honda tersebut hasil kolaborasi antara Gentlemen;s Pact dengan pihak AHM untuk menyambut kehadiran Honda Super Cub C125. Mulai dari jaket, sepatu, tas, helm, sarung tangan, jersey, t-shirt ternyata hasil karya produk lokal antara lain Rawtype Riot, Revolt Industry, Exodos57, Elders Company, Verne Indonesia. Malah, Elders Garage sudah menawarkan rak belakang sekalian bracket sidebag.

Menurut Heret Frasthio dari Gentlemen’s Pact bahwa produk lokal kini memiliki kualitas yang tinggi hingga mampu membuat brand sebesar Honda meliriknya. “ Dream come true. Sudah waktunya local brand bersinar dan saat ini kualitas produknya sudah di level terbaik,” ungkap Heret soal apparel brand lokal mejeng di booth Honda.

Lalu, apa tanggapan pihak Honda soal munculnya brand lokal di deretan produk apparel mereka untuk pertama kalinya? “Motor sekarang bukan cuma fungsional atau transportasi saja, tapi bener-bener lebih dari itu menunjukan customisation, personalisasi dan lifestyle. Selain kita punya apparel dan aksesori sendiri, kita juga banyak melihat brand-brand lokal penetrasinya di customer sudah sangat baik. Ini pertama kali kita bekerjasama, kalau misalnya customer menganggap itu sesuatu yang unik dan bisa berkembang tentu kita akan improve ke depannya juga,” sebut Thomas Wijaya Direktur Marketing AHM ketika ditanya soal keberadaan apparel brand lokal tersebut.

Thomas menambahkan bahwa konsep kerjasama dengan brand lokal juga termasuk dengan penyedia F&B di lounge lifestyle mereka. “ Jadi sekarang, orang nggak cuma lihat motor, tapi nyaman dengan apparel dan konsep cafe-nya tersebut,” tukasnya. Mantap! (Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*