Mudik Naik Astrea Grand Bulus ke Jambi, Pria Ini Habiskan Rp 167 Ribu

0
13011
Mudik Naik Astrea Grand Bulus ke Jambi
Taufik Yunus mengendarai Honda Astrea Grand 1992 saat melakukan mudik Jakarta - Jambi beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

NaikMotor – Merayakan lebaran di kampung halaman, Taufik Yunus mudik naik Astrea Grand Bulus ke Jambi beberapa waktu lalu. Pria yang bekerja di perusahaan kontraktor sekaligus penggemar traveling ini ingin menguji kemampuan Honda Astrea Grand lansiran 1992.

Meski secara jarak tempuh tidak berbeda jauh dari Jakarta ke Surabaya yakni sekitar 800-an Km, namun mudik naik Astrea Grand Bulus ke Jambi terbilang istimewa. Kenapa? Karena jalur Trans Sumatera masih dianggap rawan serta melewati hutan dengan jalanan sepi. Butuh kesiapan mental tinggi untuk melakukan perjalanan seorang diri naik motor bebek lawas pula.

Taufik mengakui, perjalanan mudik naik Astrea Grand Bulus ke Jambi untuk menguji kemampuan motor kesayangan sehari-harinya tersebut. Sebelumnya, Taufik juga mengendarai motor ini ke BBQ Ride 2018 di Bandung termasuk menghadiri acara Jejak Roda 2018 yang antara lain mengangkat tema Retro Cub Return.

“Waktu tempuhnya  normal 24 jam, kalau santai ya bisa 26-27 jam dari Jakarta ke Jambi itu. Saya memulai perjalanan dari Jakarta ke Merak start pukul 22.00 sampai  di sana  pukul 1 malam  dan istirahat tidur di kapal sekitar 2 jam lebih. Sampai di Bakauheni turun kapal pukul  05.00. Habis Sholat Subuh, saya start pukul 06.00 melanjutkan perjalanan ke Palembang menghabiskan trek Lampung siang hari, sampai di Palembang pukul 16.30 istirahat  dan  pukul  20.00 melanjutkan perjalanan, sampai di Kota Jambi pukul 23.50,” tutur Taufik.

Soal kondisi jalanan, menurut Taufik,  secara keseluruhan kondisi jalan di Sumatera sudah bagus. Soal keamanan, jalanan di Sumatera sudah  aman walaupun jalan lintas timur masih sepi kendaraan roda dua. Karena itulah, ia mengatur perjalanan waktu mudik nya  dari Jakarta  menuju Jambi.

“ Hanya saja di trek OKI sebelum Indralaya dan di Sungai Lilin, kondisi jalan sedikit bergelombang dan berlubang,” beber Taufik. Ia mengakui perjalanan malam dilaluinya saat akan masuk Jambi namun berhasil dilewatinya dengan aman dan lancar karena niat besarnya bertemu keluarga.

Bagaimana dengan konsumsi bahan bakar motornya? Taufik ternyata dengan cermat menyimpan catatan. Bahan bakar yang dihabiskan Honda Astrea Grand 1992 dengan spek mesin standard oversize 50 sebanyak 18,5 liter.

“Di Jakarta menuju Merak mengisi Pertamax Turbo 25.000, sampai di Bakauheni diisi kembali Pertalite 22 .000, sampai di Menggala isi Pertamax 20.000, di Mesuji isi Pertamax 15.000 , di Tugu Mulyo isi Pertamax 25.000, sampai di Palembang diisi 20.000, di Sungai Lilin isi 25.000, dan di batas Kota Jambi isi 15.000<” sebut Taufik. Total pengisian di SPBU  sebanyak 8 kali, dan secara rupiah total biaya BBM-nya adalah Rp. 167.000,-. (Arif/nm)

Rute mudik Jakarta – Jambi :

  1. Hari 1 : Start Bintaro Jakarta  – Pelabuhan merak 128 Km  3 jam  ( Via  Tangerang-Serang-Pelabuah Merak )
  2. Pelabuhan merak – Bakauheni Lampung 3 jam pelayaran ( via kapal fery )
  3. Hari 2 Bakauheni Lampung – Palembang 456 Km 11 jam ( Via lintas timur Kalianda – Wayjepara – Menggala – Tulang bawang – Mesuji – Tugu Mulyo – indralaya – Palembang )
  4. Palembang – Jambi 277 Km 4 Jam 40 menit ( Via sekayu – Sungai lilin – Banyuasin – Batas – Tempino – Kota Jambi )

LEAVE A REPLY

*