Panitia Minta Maaf, 3 Motor Hilang di MAT7 Explore Borneo

0
304
MAT7 Explore Borneo
Salah satu peserta MA7 yang dievakuasi dari jalur ekstrem. Foto: Yusuf Arief

NaikMotor – Tak ada gading yang tak retak. Gelaran MAT7 Explore Borneo, yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan diwarnai kejadian yang sangat disayangkan, 3 unit motor peserta hilang dicuri saat proses pendaftaran hari H pada 31 Maret 2017.

Tidak tanggung-tanggung 3 unit motor Husqvarna, KTM, dan Honda CRF 150L raib digondol maling. Seluruh official penyelengga gelaran MAT7 pun meminta maaf atas kejadian ini. Namun panitia juga perlu meluruskan beberapa hal supaya tidak terjadi salah tafsir.

Halim Dwianto salah satu panitia mengungkapkan kronologis hilangnya motor tersebut. Menurut senior di dunia trail adventure itu motor dicuri saat ketiganya masih ‘digendong’ di atas mobil double cabin. Bukan setelah motor berada di tanah atau parkiran motor.

3 unit motor Husqvarna, KTM, dan Honda CRF 150L raib digondol maling. Foto: Istimewa

“Yang perlu kami luruskan adalah motor ini masih berada di atas truck di pelataran parkiran hotel Novotel. Bukan di parkiran khusus motor trail yang telah dipersiapkan panitia,” kata Halim.

Saat pendaftaran berlangsung panitia telah mempersiapkan area parkir motor peserta. Lokasinya memiliki prosedur penjagaan yang sangat ketat. “Sebenarnya kita telah meminimalisir kejadian yang tidak kita inginkan semacam ini dengan menyediakan parkir khusus,” imbuhnya.

Selain hilangnya motor peserta,  Edi Kampang selaku penggagas MAT7 juga meminta maaf atas beberapa kekurangan lain. Hak-hak peserta seperti jersey dan paket pendaftaran lain yang telah dijanjikan panitia beberapa belum bisa diperoleh oleh peserta.

“Dari hati paling dalam atas nama panitia, kami meminta maaf sebesar-besarnya. Beberapa hak peserta belum bisa kami realisasikan. Kami berjanji akan mengirim hak peserta ke rumah masing-masing. Ini terjadi akibat keterlambatan produksi vendor kami,” katanya.

Sementara itu, Ery Heryana, vendor pilihan MAT yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat, tidak menampik masih ada kekurangan masalah merchandise (rider kits). Kesalahan terjadi terkait jadwal produksi yang lambat.

“Padahal semua sudah direncanakan, tapi dalam perjalanannya ada beberapa masalah yang tidak terduga. Saya meminta maaf kepada panitia MAT7 Explore Borneo dan juga semua peserta atas keterlambatan ini,” ungkap Ery.(Rls/nm)

LEAVE A REPLY

*