Pencapaian Astra Honda Racing School 2017, Bikin Pembalap Muda Lebih Kompetitif

0
114

NaikMotor – Putaran terakhir Kejurnas IRS di Sirkuit Sentul, Minggu (10/12/2017) merupakan titik tolak berakhirnya program Astra Honda Racing School (AHRS) tahun 2017. Tahun ini AHRS membina 28 pembalap muda di kejuaraan One Make Race Honda IRS.

AHRS sendiri merupakan gelaran pendidikan dasar pembalap muda untuk disuplai ke tim Astra Honda Racing Team (AHRT). Tahun ini AHRS diikuti 19 pembalap di kelas sport 150cc (di bawah 16 tahun), dan 9 pembalap untuk kelas sport 250cc (di bawah 20 tahun).

AHRS dipimpin oleh mentor balap nasional M Fadli, para siswa dilatih dalam satu kesatuan sistem pelatihan, yaitu teori dan praktek sekaligus dalam kejuaraan. Meliputi teknik balap, kedisipilinan, serta attitude selama di paddock dan di luar paddock.

Astra Honda Racing School

“Pencapaian AHRS dari mulai seri 1 sampai terakhir ini para peserta (150cc) sudah melakukan imporve yang sangat bagus. Di awal seri catatan waktu mereka di sentul 2 menit 10 detikan dan sekarang rata-rata bisa 2 menit 2 sampai 3 detikan,” kata M Fadli.

“Jadi perkembangannya sangat baik. Semua peserta makin kencang dan bisa terus berkembang. Yang awalnya sudah kencang ikut AHRS jadi makin kencang, dan yang tadinya belum kencang sekarang sudah bisa ikut rombongan,” kata pembalap sepeda ini.

Selain catatan waktu yang makin tajam, para siswa AHRS yang merupakan ‘kiriman’ dari tim-tim Honda seluruh Indonesia ini akan bertarung di balapan internasional. Tahun depan musim 2018, empat pembalap muda Honda akan ikut seri Asia Talent Cup (ATC).

“Tahun depan ada empat pembalap yang akan turun di ATC yaitu Mario Suryo Aji (13), Mohammad Adenanta Putra (13), Muhammad Agung Fachrul (14) dan Afridza Syach Munandar (18). Dan mereka semua adalah siswa AHRS yang tahun ini ikut,” kata M Fadli.

Astra Honda Racing School

Sebagai wacana, untuk ikut kejuaraan ATC tidaklah mudah sebab tiap pembalap tetap harus ikut seleksi. Empat pembalap muda Honda ini pun masuk setelah mengalahkan lebih dari 500 pendaftar dari berbagai negara di kawasan Asia termasuk Jepang.

A Indraputra, GM Marketing Planning & Analysis Division Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, dengan empat pembalap ikut ATC, hal tersebut juga membuat Indonesia menjadi Negara yang mengirim perwakilan terbanyak di ajang pencarian bakat itu.

“Ini merupakan komitmen dari AHM sebagai Teman untuk menemani mimpi anak bangsa dalam menggapai mimpi tertingginya. Kami optimis melalui program balap yang terstruktur ini Indonesia mampu menjadi bangsa yang disegani di dunia balap internasional,” katanya.(Agl/nm)

LEAVE A REPLY

*