Ini Pernyataan Direktur Teknik MotoGP Soal Fairing Baru Ducati

0
110
Fairing baru Ducati
MotoGP melarang segala bentuk pake aerodinamis yang tidak menyatu dengan bodi karena dianggap berbahaya.

NaikMotor – Salah satu poin utama selama MotoGP Ceko yakni debut fairing baru Ducati. Meski tidak ekstrem seperti desain ‘hammerhead’yang terlihat di pengujian musim dingin, tapi fairing baru ini jelas merupakan generasi paling baru soal struktur aerodinamika.

Seperti diketahui, bentuk fairing baru Ducati yang dipakai Jorge Lorenzo dan Danillo Petrucci merupakan ‘usaha’ Ducati setelah pada awal musim 2017 ini MotoGP resmi melarang pemakaian winglet karana alasan keamanan. Padahal, winglet diklaim sangat membantu stabilitas motor.

MotoGP melarang segala bentuk winglet yang tidak menyatu dengan bodi karena dianggap berbahaya. “Perangkat atau bentuk yang mungkin memiliki efek aerodinamis yang menonjol dari fairing atau bodi dan tidak terintegrasi dalam bagian tubuh motor,” kata MotoGP.

Berikut pernyataan Direktur Teknik MotoGP Danny Aldridge, yang merupakan ‘hakim tunggal’ apakah desain fairing baru Ducati itu termasuk winglet atau bukan, serta apakah dibolehkan dalam buku aturan baru atau tidak:

Ducati butuh 5 kali revisi sebelum desain fairing baru dipakai di Brno

Proses desain dan homologasi untuk fairing Ducati telah berlangsung selama beberapa bulan. Desain pertama yang mereka sampaikan kami tolak, dan bilang ‘tidak, Anda perlu mengubahnya’. Jadi ini bukan kasus mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan

Tugas mereka adalah mencapai batas (kecepatan) dan pekerjaan saya adalah menjaga mereka tetap dalam batas, jadi ini mencari kompromi apa yang terjadi dengan desain pertama (dan ini juga terjadi pada produsen lain). Saat mereka bertanya ‘apakah ini diizinkan?’ kemudian saya berkata, ‘tidak, yang perlu Anda lakukan adalah menyesuaikan ini, ini dan ini’ dan mereka mulai lagi bikin versi kedua, ketiga, keempat.

Buku peraturan menyatakan bahwa keputusan terakhir di tangan saya, tapi saya mengerti bahwa ini adalah keputusan yang penting, jadi saya juga berbicara dengan orang lain seperti Mike Webb (Direktur balapan) dan Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi MotoGP). Kami duduk sebagai semacam panitia mini. Saya mendapatkan pendapat dan masukan mereka sampai pada titik di mana kita semua setuju. Saat itulah saya mengizinkannya.

Keterbukaan peraturan telah membantu kita, saya berusaha bersikap adil terhadap semua orang, namun setiap keputusan menetapkan sebuah preseden (contoh bagi yang lain). Anda selalu berpikir, ‘bagaimana ini bisa berkembang?’ Jadi, sangat membantu membicarakan semuanya dengan Mike dan Corrado. Tiga kepala lebih baik dari satu.

Aturannya mengatakan bahwa ini tergantung pada penafsiran Direktur Teknik, dan tentu saja setiap orang memiliki interpretasi yang berbeda. Beberapa orang mungkin mengatakan ‘ini adalah sayap, seharusnya tidak diijinkan’, yang lain mungkin mengatakan mengerti mengapa hal itu diperbolehkan, sebab 20 orang akan memberikan 20 tafsir yang berbeda.

Definisi soal sudut dan lengkungan

Memang sulit, jika Anda melihat desain Yamaha, ada tonjolan (tambahan fairing) di setiap sisi (dengan kurva). Kemudian jika kita melihat desain Ducati, itu juga memiliki tonjolan di setiap sisinya tapi… Katakanlah Yamaha benar, tapi sampai pada titik manakah fairing Yamaha benar sampai disebut salah?

Inilah masalahnya, kita perlu mulai mendefinisikan kelengkungan yang dapat diterima oleh semua orang, dan kami tidak memilikinya di buku peraturan sekarang. Saya akan berbicara dengan produsen motor tentang peraturan sekarang, untuk melihat apakah mereka merasa tidak senang atau lainnya.

Mereka tidak datang kepada saya (dengan perasaan tidak senang) tentang hal itu, tapi itu akan menjadi pendapat umum saya jika mereka melakukannya, kita akan mulai melihat lengkungan dan sudut pandang tertentu.”

Fairing Ducati Lorenzo (bi-plane) sedangkan Petrucci (tri-plane)

Ducati memiliki dua versi fairing, dan mereka memiliki potongan horizontal di tengah. Dalam buku peraturan, Anda diperbolehkan untuk menghapus material. Jadi apa yang mereka lakukan adalah menjadikannya sebagai satu benda padat, itu tidak berongga, dan kemudian mereka bisa memotong bagian bawahnya (sehingga jadi ada ruang). Sangat pandai.

Seperti peraturan yang tertulis, ‘saluran’ alias (paket aeodinamis) harus menjadi bagian terpadu dari fairing. Bedanya punya Yamaha dan Honda dilipat atau dipaku (ditempel), sedangkan fairing baru bagian atas Ducati dicetak ke dalam fairing.(Agl/NM)


LEAVE A REPLY

*