Dirjen Perhubungan Darat: Naik Motor #CariAman

0
117
Dirjen Perhubungan Darat: Naik Motor #CariAman
Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Pudji Hartanto Iskandar, menghimbau pemudik yang naik motor agar #CariAman dengan memperhatikan keselamatan berkendara. Foto: Yusuf Arief

NaikMotor – Tiap tahun pemerintah terus menghimbau masyarakat tidak mudik menggunakan motor karena alasan keamanan. Namun nasehat tentu ada yang didengar ada yang tidak, dan saran terbaik bagi yang tetap mudik pakai roda dua adalah naik motor #CariAman.

Seperti diketahui, tagline #CariAman merupakan kampanye baru yang digaungkan Honda. Namun rupanya, slogan ini berhasil mencuri perhatian Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Pudji Hartanto Iskandar yang lugas mendukung gerakan #CariAman.

“Ini yang selalu jadi perhatian kami. Buat masyarakat, kalau naik motor apa sih yang pertama musti dicari, bukan pacar pastinya, apalagi celaka, yang musti di cari pertama kali itu naik motor cari aman,” katanya saat melepas rombongan mudik AHM di Sunter.

Slogan “CariAman juga jadi perhatian NaikMotor.com yang selalu mendukung gerakan aman dalam berkendara. Apalagi melihat masih banyak pemudik di jalur Pantura yang masih kurang soal keselamtan. Padahal secara tidak langsung nyawa adalah taruhannya.

Dirjen Perhubungan Darat: Naik Motor #CariAman

Pantauan naikmotor di sepanjang jalur Pantura hingga Cirebon, ratusan ribu orang yang mengendarai sepeda motor berbondong-bondong melintasi jalan ini menuju tujuannya masing-masing. Salah satunya adalah Anton yang mudik bersama anak dan istrinya.

“Mudik telah menjadi agenda saya dan keluarga tiap tahunnya. Mudik tahun ini saya mengajak anak, mudik tahun lalu anak dan istri naik kereta, saya naik motor.” ucap Anton, dari Kalideres, Jakarta Barat saat ditemui naikmotor.com di Posko Mudik Federal Oil yang berada di Rumah Makan Taman Sari 2, Subang, Jawa Barat.

Menunggangi Honda Vario lansiran 2015 tidak ada rasa khawatir bagi pria berusia 29 tahun ini saat membawa anak yang berusia 2 tahun 5 bulan dalam perjalanan mudik ini. “Yang penting safety dan jalan santai aja. Kalau lelah atau anak minta berhenti, langsung istirahat,” ucapnya.

Faktor ekonomi juga menjadi alasan keluarga muda ini yang menjadikan sepeda motor sebagai moda transportasi yang dipilihnya. Tiket kereta dan Bus yang mahal menjadi pertimbangan utama. “Naik Motor lebih murah biayanya mas,” tambah Anton.

Anton adalah salah satu potret dari ratusan, ribuan bahkan jutaan pemudik yang melakukan perjalanan mudik dengan sepeda motor.

Beragam perilaku dan gaya berkendara pemudik saat naik motor terbilang sangat mengkhawatirkan. Mulai dari kelengkapan safety, kapasitas barang, hingga membawa penumpang lebih dari 2 orang. Kesadaran pentingnya keselamatan termakan oleh euforia mudik yang jadi ritual tahunan.(Agl-YA/NM)

LEAVE A REPLY

*