Ketika Balap 250cc Menjadi Idola Asia di ARRC 2015

0
156

AP250-ARRC-Sepang-2015_13

Sepang (naikmotor) – Meningkatnya populasi sportbike di dunia khususnya di kawasan Asia di kelas 250 membuat atmosfer balap turut bergairah. Ketika balap 250cc menjadi idola Asia di ARRC 2015

Sebanyak 30 starter dari berbagai negara mengikuti kelas Asia Production 250 atau AP250 di balap motor FIM ARRC 2015 dari Jepang, Australia, Thailand, Malaysia, China dan Korea di seri pertama lalu di Sepang.

Ada delapan pembalap Indonesia mengikuti kelas ini berdasarkan tes lalu, Galang Hendra Pratama, Imanuel Putra Pratna, Sigit PD ( Yamaha Factory Racing Indonesia), R Fadhil dan M Zaki (Yamaha TJM), Fitriansyah Kete (Faito Factory Racing), Iman Micko (BKMS Indonesia) dan AM Fadly (Manual Tech Kawasaki). Sigit PD akhirnya urung tampil setelah mengalami kecelakaan di babak latihan.

Dari hasil race, lima besar masih dikuasai tim Trickstar Racing Jepang yang mengandalkan Kawasaki dan AP Honda Racing Thailand dengan CBR250R. Dua tim tersebut memang nampak sudah mempersiapkan diri dengan baik. Trickstar misalnya, terbiasa dengan balapan JP3 250 di Jepang, sementara AP Honda Thailand dihuni oleh pembalap berpengalaman serta didukung kekompakan serta strategi tim untuk ketiga pembalapnya.

Sementara itu pembalap-pembalap Yamaha berada di luar lima besar dan di klasemen seperti Akeno Speed Jepang,Yamaha Finson Racing dan Yamaha TJM. Termasuk pembalap Yamaha Factory Racing Indonesia masih belum bisa bersaing di front row yang terlihat dari sejak hasil tes pramusim. Justru yang mengejutkan adalah tim AP Honda Racing Thailand yang tidak mengikuti tes pramusim, malah mampu menjegal laju dominasi Trickstar Racing.

“Absennya Sigit membuat anak-anak tidak memiliki patokan bagaimana strategi membalap saat kualifikasi. Galang masih terlihat nafsu di depan,Imanuel masih terkendala berat badan, sementara lawan-lawannya bisa mencuri angin. Masih muda, butuh pengalaman,” ujar M Abidin, GM Service & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufaturing yang hadir di Sepang usai babak kualifikasi berlangsung.

Hasil seri pertama tentu akan menjadi pelecut para pembalap di kelas AP250 untuk melakukan evaluasi dan menengok kesiapan tim lain.Tim BKMS Indonesia misalnya, masih terus mencari settingan motor dan juga kesiapan pembalapnya.” Masih butuh waktu adaptasi dan juga harus banyak latihan ikut atmosfer balap Asia seperti ini dari teknik mapun mental pembalap,” jelas Nanda, pemilik tim BKMS Indonesia RT. Tetap semangat! (Arif/nm) Foto: Arif

LEAVE A REPLY

*