Dari Seattle AS, Pasangan Ini Naik Suzuki DR650 ke Sumbawa

0
93
Mike dan Shannon Mills
Mike dan Shannon Mills, pasangan suami istri petualang dunia asal Seattle, Amerika Serikat, sudah memasuki wilayah Indonesia mengendarai Suzuki DR650. Foto: Istimewa.

NaikMotor – Mike dan Shannon Mills, pasangan suami istri petualang dunia asal Seattle, Amerika Serikat, sudah memasuki Indonesia.  Mengendarai Suzuki DR650, keduanya akan menghadiri pertemuan tahunan Horizons Unlimited Indonesia (HUI) di Sumbawa, NTB yang berlangsung 18-21 Mei 2017.

Mike dan Shannon Mills masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara lalu berkendara ke utara menuju Banda Aceh dan Pulau Weh. Keduanya kemudian bergerak ke selatan menyusuri pantai barat menuju Bandar Lampung.

Setibanya di Bandar Lampung, mereka harus melanjutkan perjalanan naik kapal ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta karena sepeda motor Shannon mengalami sedikit kendala dan harus diperbaiki. Sampai di Jakarta, motor langsung ditangani bengkel resmi Suzuki Sejahtera Motor Gemilang yang berada di Sunter.

Dari Jakarta, rencananya keduanya tidak melanjutkan naik motor tapi dinaikkan ke pesawat sampai ke Sumbawa, NTB.

Di HUI 2017, Mike dan Shannon Mills akan menjadi pembicara tamu dan menunjukkan sebuah film yang dibuat tentang perjalanan selama berada di Amerika Latin. Setelah itu keduanya berencana akan kembali ke Jakarta dan kemudian mulai mengendarai sepeda motor lagi ke Bali.

Mike dan Shannon Mills pertama kali memulai perjalanan mereka pada  2014 silam. Sejauh ini keduanya sudah melintasi lebih dari 41 negara dengan total jarak tempuh 81.859 kilometer, total bermalam di jalan 981 hari, dan camping sebanyak 345 hari.

Selama perjalanan, pasangan ini menyebarkan misi mulia mengkampanyekan humanitas dan keramahan beragam penduduk beda negara dan budaya. Mereka ingin membuktikan bahwa pemberitaan beberapa negara yang dinyatakan berbahaya itu tidak benar dan justru sebaliknya.

Mereka mengaku menemukan bahwa semua orang itu sama baiknya meski dengan pendekatan yang berbeda. Membuat mereka berani berkeliling dunia dan bertemu penduduk setempat. “Orang-orang yang kita temui di setiap negara itu sangat ramah dan luar biasa,” kata Mike.(Agl/Rls/NM)

LEAVE A REPLY

*