Beda Data Logger Wireless di Ban Michelin dan Dunlop di MotoGP

0
273
Beda Data Logger Wireless di Ban Michelin dan Dunlop
Ban Dunlop untuk Moto3 dan Moto2 akan ditanami chip RFID, sebagai data logger. Foto: Crash Media

NaikMotor – Setelah Michelin memberikan identifikasi khusus ban yang digunakan di MotoGP melalui jaringan nirkabel, maka Dunlop di Kelas Moto3 dan Moto2 ikut dilengkapi data logger wireless. Ini beda data logger wireless di ban Michelin dan Dunlop di MotoGP.

Yang membedakan di antara dua sistem melalui data jaringan internet yakni Michelin menggunakan TPMS dan transponder, sementara Dunlop mengirimkan data ban itu secara langsung dari RFID.

Dunlop sebagai pemasok tunggal ban motor balap Moto3 dan Moto2 akan memperkenalkan ban yang dilengkapi dengan RFID itu mulai musim 2017.

RFID atau Radio Frequency Identification berupa chip yang ditanam dalam ban akan memancarkan gelombang radio ke receiver. Chip dalam ban itu akan berisi data ban, dan memiliki nomor seri yang unik, serta kode yang berbeda untuk setiap ban.

Ban Dunlop Moto3 dan Moto2 Dilengkapi Data Logger Wireless

Sehingga akan memudahkan bagi penerima (Dunlop) untuk memantau kinerja setiap ban. Chip RFID yang berukuran kecil sekitar 1cm itu sudah ditanamkan dalam setiap ban yang dikeluarkan Dunlop untuk keperluan Grand Prix itu. Bahkan sejak ban dimaksud didistribusikan dari pabriknya di Birmingham, Inggris.

Yang membuat beda data logger wireless di ban Michelin dan Dunlop juga soal sistem olah waktu tayangnya. Pada saat Michelin ujicoba, ada sebuah sensor pembaca chips di lintasan keluar pit. Sehingga setiap ban motor yang digunakan pembalap saat keluar masuk pit bisa diketahui datanya.

Sistem Wireless Untuk Identifikasi Ban MotoGP 2017
Michelin terpkan sistem wireless untuk data ban untuk MotoGP 2017. Foto: michelin

Sementara dengan teknologi Dunlop bisa mengumpulkan data penggunaan ban dengan lebih presisi. Paling tidak sudah berapa jauh ban digunakan dan berapa lama dipakai.

Tentunya, teknologi yang dikembangkan sendiri oleh Dunlop itu bisa dimanfaatkan oleh para tim balap di Moto3 dan Moto2. Dengan data detail demikian para teknisi akan lebih siap menghadapi kendala teknis yang berkaitan dengan ban sekaligus untuk data pengembangan motor.

Meski demikian, kelemahan sistem data logger RFID ban Dunlop itu tidak real time, sebab data harus dikumpulkan terlebih dahulu saat di lintasan trek atau secara batch. Barulah ketika pembalap kembali ke pit data yang diperoleh bisa dikumpulkan.

Satu lagi fungsi RFID itu selain untuk data logger ban, yakni keselamatan pembalap akan lebih terjamin.

Dunlop di sisi lain, diketahui telah mendistribusikan lebih dari seperempat juta ban kepada lebih dari 500 tim balap di seluruh dunia dalam 30 lebih event balap. (Afid/nm)

LEAVE A REPLY

*