Hasil AXCR 2016 Leg 2, Jepang Menang, Indonesia Lebih Baik

0
50

Hasil AXCR 2016
Rudy Poa dari tim Furukawa Battery Indonesia menempati posisi ke-29 di leg 2 AXCR 2016. Foto: Arif

NaikMotor – Tim Furukawa Baterry Indonesia mengalami kemajuan dari hasil AXCR 2016 Leg 2 yang berlangsung dari Chathanburi Thialand ke Koh Kang Kamboja, Senin (15/8/2016).

Di tahapan kedua AXCR 2016 ini, pereli Jepang dari tim Furukawa Battery, Keisuke Meida menjadi yang terbaik setelah bersaing ketat dengan pereli Kamboja, Daravuth Can di urutan kedua. Sementara Tim Furukawa Battery Indonesia mencatat hasil yang cukup baik untuk Rudy Poa namun Kadek Ramayadi kembali dirundung persoalan teknis dengan motor.

Start dari Klong Kwang Chathanburi, 46 pereli motor ditantang untuk menaklukan handicap Special Stage (SS) sepanjang 83,67 Km yang masih didominasi tanah perkebunan, perkampungan, hutan dan disuguhi sungai menjelang finis di Bo Rai.

Hasil AXCR 2016

Di tahapan kedua ini, hujan ikut menjadi tantangan peserta membuat mereka harus konsentrasi penuh di trek licin termasuk di tanjakan dan perkampungan..

Pereli andalan Indonesia, Rudy Poa yang memacu motor Husqvarna TE250 2011 berhasil memperbaiki peringkat di urutan ke-29 lebih dari dari pencapaian sebelumnya di posisi ke-34 dan setingkat di bawah posisi juara tahun lalu Ikemachi. Hal ini tidak terlepas dari kemampuannya membaca petunjuk arah peta yang dipelajarinya di leg pertama.

Sayangnya, motor Kadek Ramayadi kembali bermasalah sesaat menjelang start SS2 sehingga membuatnya kembali absen dari pertarungan. Meski demikian, Kadek memperlihatkan semangat pantang menyerah dengan langsung memperbaiki motor sendiri di service point. Didera masalah yang terus merongrongnya, Kadek tidak putus asa untuk mendorong ke garis start dan kemudian segera membongkarnya di arela finis di Kamboja.

hasil AXCR 2016

Seluruh peserta AXCR 2016, Senin ini menyeberang ke Koh Kong Resort Kamboja untuk menyelesaikan empat leg selanjutnya.

“ Hari ini saya sudah mulai menemukan teknik bagaimana mengikuti reli motor itu dan peringkat saya berada di urutan ke-29.  Selama dua hari ini saya terus banyak belajar. Intinya, kecepatan bukan segalanya di AXCR namun akurasi arah sangat menentukan. Menggeber motor dengan kecepatan hingga kita kurang bisa memonitor arah kurang efisien, dan malah merugikan mesin motor yang masih dipakai 1000 km lebih lagi. Sebenarnya mudah sekali mengekor peserta lain, tapi karena saya ingin mencari pengalaman saya tahankan untuk mencari jalan sendiri,” tukas Rudy.

Sementara satu lagi Kadek Ramayadi  lagi-lagi terkena masalah teknis yakni di tensioner camshaft chain, di mana  setelah 40 menit mesin bekerja, gigi timing melompat, sehingga klep berbenturan dengan piston.  “ Saya bongkar dan perbaiki sendiri motor dan menjelang Maghrib sudah bisa menyala normal. Kami sudah siap lagi berlomba besok, semoga bisa menyentuh garis finis tanpa kendala (lagi),” sebut Kadek.

Hari ini, Selasa (16/8/2016) AXCR akan menghelat etape ketiga dengan dua SS3 dan SS4 dari Koh Kong Resort ke White Sand Palace, Sihanouk Ville Kamboja sejauh 405,83 km. Go Indonesia! (Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*