Di samping itu, RUPST menunjuk Elisabeth Imelda sebagai Akuntan Publik dan Liana Ramon Xenia & Rekan (firma anggota Deloitte Southeast Asia Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan
audit terhadap laporan keuangan Perusahaan untuk tahun buku 2025.
RUPST menyetujui untuk menerima pengunduran diri Bapak Eng Heng Nee Philip dari jabatannya selaku Komisaris Perusahaan. Selain itu juga menerima perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Hafid Hadeli di PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Selanjutnya, RUPST juga menyetujui pengangkatan Bapak Honggo Widjojo Kangmasto selaku Komisaris Perseroan dan Bapak Ricky Gunawan selaku Direktur Perseroan, yang akan efekif menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari OJK. (Rls/NM)
Susunan Keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris/Board of Commissioners
Komisaris Utama/President Commissioner : Daisuke Ejima
Komisaris Independen/ Independent Commissioner: Krisna Wijaya
Komisaris Independen/ Independent Commissioner : Manggi Taruna Habir
Komisaris/Commissioner : Congsin Congcar
Komisaris/Commissioner : Honggo Widjojo Kangmasto (*)
Direksi/Board of Directors
Direktur Utama/President Director : I Dewa Made Susila
Direktur/Director : Swandajani Gunadi
Direktur/Director : Niko Kurniawan Bonggowarsito
Direktur/Director : Harry Latif
Direktur/Director : Denny Riza Farib
Direktur/Director : Sigit Hendra Gunawan
Direktur/Director : Sylvanus Gani K. Mendrofa
Direktur/Director : Takanori Mizuno
Direktur/Director : Ricky Gunawan (*)
* Efektif sejak tanggal lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan / Effective since passing the Otoritas Jasa Keuangan Fit and Proper Test Terakhir,
Perusahaan melaporkan penggunaan dana
hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap III Tahun 2024 senilai Rp1,6 triliun, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Adira Finance Tahap III Tahun 2024 senilai Rp 400 miliar, dan Obligasi Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap IV Tahun 2024 senilai Rp2,0 triliun. Setelah dikurangi dengan biaya penerbitan, seluruh dana hasil dari penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah tersebut digunakan untuk mendanai pembiayaan konsumen sesuai dengan kegiatan usaha Perusahaan.