Bernafas dalam Lumpur di Enduro Day

0
123

Enduro-Day-Ahooy-Geboy-Sentul_19
Jalur lumpur menjadi santapan di acara Enduro Day yang digagas komunitas Ahooy Geboy, Rabu (9/3/2016) di kawasan Bukit Sentul. Foto: Arif & Bayu

Bogor (naikmotor) – Mengisi libur tengah pekan, komunitas Ahooy Geboy menggelar Enduro Day di seputar Bukit Sentul dengan mengajak komunitas lain mencicipi jalur offroad menikmati kebersamaan dan indahnya panorama alam.

Bukan cafe atau club yang didatangi kali ini. Bukan pula stelan baju gaul perlente dengan parfum wangi. Namun, semuanya diawali dengan sarapan nasi kuning, motor trail, riding gear ala dirtbike dan jalan-jalan menerjang lumpur. Itulah perjalanan yang terekam dalam Enduro Day besutan komunitas Ahooy Geboy pada Rabu (9/3/2016) kemarin menyusuri kawasan Sentul Hambalang Bogor.

Perjalanan kali ini nampak istimewa, meski sebenarnya mereka sudah beberapa kali melakukan aktivitas tersebut dalam kelompok kecil. Istimewanya karena melibatkan muka-muka baru hingga sampai mempersiapkan riding gear khusus dan juga melibatkan kelompok penggemar dirtbike lain.

Ada sekitar 50 offroader yang melakukan start dari bengkel Anugerah Abadi milik anggota Ahooy Geboy, Gugum di bilangan Sentul. Dan beragam motor tumpah ruah, mulai KTM edisi terbaru, Husqvarna, KLX 150, TS125, Viar Cross hingga Zero FX, motor listrik offroad yang ditunggangi Mohammad Riza Fahlevi dari Garansindo.

Enduro-Day-Ahooy-Geboy-Sentul_13

Dipandu Opa yang menjadi leader, rombongan diberikan pengarahan menjelang masuk trek.”Kita hari ini fun saja, jangan terlalu serius. Mohon tidak ugal-ugalan saat melewati perkampungan dan hormati pengguna jalan lain,” sebutnya.

Tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya mulai tanjakan, turunan jalanan lumpur, tanah berbatu di antara hamparan keindahan perbukitan Sentul. Rutenya, berangkat dari Sentul menuju Bukit Sentul, lalu tanjakan Jungle, Parung Konteng, Goa Monyet kemudian Jalur Puncak Dua dan finis di Restoran Pinus Sukamakmur.

Banyaknya muka baru yang ikut membuat suasana perjalanan ceria penuh canda tawa. Trek berlumpur yang mendominasi perjalanan membuat mereka harus berjibaku keluar dari jebakan tersebut. Namun, keguyubannya justru terlihat, satu sama lain ikut membantu mengeluarkan derita mereka dari jeratan lumpur yang bisa menggenangi hingga mesin.

“Tenang, di depan sudah jalan aspal kok, ada swalayan dan kita makan siang,” canda Triwil, pentolan Blind Eagle MC kepada rekannya yang baru ikut saat menanyakan berapa lama lagi menuju tempat istirahat.

Enduro-Day-Ahooy-Geboy-Sentul_2

Stamina memang menjadi masalah bagi sebagian peserta. Jatuh bangun atau harus memilah jalur di antara adonan lumpur ikut menguras energi. Apalagi bagi yang baru ikut, masih butuh adaptasi motor dan juga kaget melihat trek yang tidak menyisakan ruang untuk tidak terkena lumpur. Tak ayal, nafas saja sulit ditambah lagi harus mengangkat motor saat terjatuh karena makin berat bebannya ditambah bonus tanah.

Meski demikian, ada juga yang antusias melakoninya karena mampu melewati rintangan tanpa harus berjibaku dengan tanah.”Racun nih ya kalau main adventure, bisa bikin nagih,” sebut Kamal yang memacu KLX150.

Setelah hampir tiga jam berkutat dengan lumpur dan tanah, akhirnya rombongan melakukan onroad menuju kawasan wisata Pinus Sukamakmur Bogor untuk makan siang. Wajah-wajah ceria langsung kentara begitu menu ayam goreng, tahu, tempe, sambal dan lalapan termasuk jengkol tersaji. (Arif/nm)

LEAVE A REPLY

*