Meskipun ECU Seragam, Tim Manufaktur Masih Sulit Dikejar

0
78

DucatiMotoGP
Tim-tim pabrikan akan tetap cepat meskipun dengan ECU sama. Foto: Spy

Phillip Island (naikmotor) —  Kendala paling besar yang dirasakan tim pabrikan di MotoGP 2016 adalah adaptasi dengan sistem elektronik terbaru yang mereka gunakan. Perangkat lunak yang mereka gunakan sudah diseragamkan dengan tim lainnya. Artinya ada penurunan spesifikasi dari perangkat lunak yang mereka buat sendiri.

Namun sebagian tim dan pembalap percaya bahwa tidak akan ada perubahan besar-besaran pada performa pembalap. Tim manufaktur masih akan tetap tampil dominan begitu juga dengan tim-tim satelit yang akan berada di belakangnya.

Perubahan yang kemungkinan bakal terjadi adalah performa tim baris belakang yang sebelumnya merupakan tim baru seperti Aprilia dan tim Open Class. Bisa jadi mereka mampu memperbaiki performanya sekadar memperketat jarak finis dari pembalap pemenang.

Satu-satunya peluang yang bisa membuat tim satelit atau tim-tim privatir mampu finis di posisi 5 besar atau bahkan meraih posisi finis di podium, adalah saat tim-tim manufaktur mengalami kegagalan pada sistem ECU. Sebab sistem ini mau tidak mau adalah sistem yang baku dan harus diikuti oleh mesin motor-motor tim manufaktur. Sementara mesin motor tim-tim manufaktur butuh sistem ECU yang lebih advance ketimbang sistem ECU seragam dari Magneti Marelli.

Lantaran tenaga dari mesin cukup buas namun tertahan oleh sistem di ECU, maka tim manufaktur juga harus tetap menjaga hal ini. Jelas tim teknis tiap tim, bakal bekerja sangat keras untuk menemukan padanan yang tepat. Agar mesin yang mereka gunakan bisa maksimalkan penggunaan ECU.

Sekarang, semua tim manufaktur masih sangat yakin, bahwa sistem ECU seragam yang mereka gunakan masih cukup exploitable alias masih bisa dieksplorasi lebih jauh. Tinggal melihat pembuktiannya saat musim berjalan nanti. (Spy/NM)

LEAVE A REPLY

*