Sirkuit Sentul Batal Gelar MotoGP Indonesia

0
80
Menpora&TintonSuprapto
Menpora Imam Nahrawi didampingi Tinton Soeprapto meninjau Sirkuit Sentul (16/11/2015). Foto: Kemenpora

Jakarta (naikmotor) — Ketika TInton Soeprapto selaku CEO Sentul International Circuit bersikeras untuk menyelenggarakan balap MotoGP di Indonesia, masalah datang justru dari soal pendanaan sirkuit. Jatuh tempo kesepakatan pelaksanaan event yang akan berakhir pada 30 Januari 2016 pun membuat banyak pihak panik.

Gara-garanya adalah Sentul yang sedari awal diminta menyelesaikan masterplan desain, justru tak memenuhi syarat yang diminta oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Belum lagi anggaran yang digunakan, tak bisa dipakai kalau berurusan dengan APBN.

Pemerintah melalui Kemenpora pun mengambil langkah taktis dengan cara membatalkan daulat penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2017-2019 di Sirkuit Sentul, Bogor. Solusinya adalah dengan membangun sirkuit baru milik pemerintah.

“Kami memang sudah mengisyaratkan pembangunan sirkuit baru dan tidak menggunakan lagi sirkuit Sentul. Karena sulit dari sisi pendanaan jika mau dipaksakan. Karena Sentul adalah milik swasta, sementara renovasi maunya pakai dana APBN, ya tidak bakalan bisa. Kalau bangun fasilitas sirkuit sendiri, ya itu pasti bisa, karena statusnya sudah milik negara,” ujar Gatot S. Dewa Broto, Kepala Komunikasi Publik Kemenpora.

Bagian yang jadi pertanyaan besar adalah, waktu pembuatan sirkuit, dipastikan bakal memakan waktu lama. Bahkan ada beberapa pihak yang sanksi bahwa sirkuit ini akan jadi dalam waktu setahun. Namun Gatot menegaskan bahwa Ia berani optimis bahwa sirkuit baru Indonesia akan jadi dalam waktu setahun.

Sayangnya, untuk lokasi belum dipastikan bakal dibangun di daerah mana. Pastinya Jakarta akan jadi opsi utama, kemudian opsi kedua adalah dibangun di Palembang. Untuk Jakarta lokasi yang dipilih adalah kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK), Senayan dan dimungkinkan pula sekitar Jawa Barat. (Spy/NM)

LEAVE A REPLY

*