Strategi Michelin Tahun 2030: Bakal Tambah Kapasitas Produksi

0
19
Strategi Michelin
Michelin ungkap strategi mereka untuk 2030 di Capital Markets Day Michelin Group (08/04/2021). Foto: Michelin

NaikMotor – Michelin mengumumkan strategi All Sustainable mereka untuk tahun 2030 di mana salah satunya adalah mereka berencana untuk menambah kapasitas produksi ban di Indonesia. 

Michelin in Motion diumumkan sebagai strategi “All Sustainable” Michelin utnuk 2030. Visi “All Sustainable” perusahaan berdiri berlandaskan upaya untuk terus mencapai keseimbangan antara People, Planet, dan Profit (manusia, planet, dan keuntungan) sebagai komitmen Michelin dalam menjalankan bisnis. Michelin juga memaparkan ambisinya yang berdasarkan 12 indikator, mencakup performa lingkungan, sosial, masyarakat, dan finansial.

“Melalui rencana strategis Michelin in Motion ini, Perusahaan memulai strategi pertumbuhan untuk sepuluh tahun ke depan. Berpegang pada DNA Michelin, pada 2030 Michelin akan mengalami perubahan signifikan dengan peningkatan dan penambahan bisnis baru. Kemampuan Michelin untuk menciptakan kembali jati diri telah menjadi kekuatan utama Michelin selama lebih dari 130 tahun, yang hari ini memberikan rasa percaya diri kami untuk masa depan,” ujar Yves Chapot, General Manager dan Chief Financial Officer.

Rencana anyar Michelin in Motion diharap bisa mendorong pertumbuhan baru dan mengurangi dampak negatif eksternal. Michelin juga akan terus mengembangkan bisnis ban serta mengintegrasikan bisnis baru, dengan fokus untuk menjaga keseimbangan neraca dan margin.

Sementara itu, khusus di area produksi, Michelin akan meningkatkan keseluruhan kapasitas produksi sembari fokus pada penyediaan suplai local to local.

“Untuk meningkatkan level daya saing dan pertumbuhan bisnis di masa mendatang, salah satu strategi Michelin adalah dengan menyeimbangkan komposisi kapasitas produksi ban di wilayah regional. Hal ini berarti meningkatkan jumlah produksi lokal di masing-masing wilayah regional (Amerika, Eropa, Asia, Afrika) untuk memenuhi kebutuhan pasar di masing-masing wilayah,” jelas Michelin Jean-Christophe Guerin. Executive Vice President untuk Manufaktur.

Khususnya di Asia, tahun lalu kapasitas produksi ban Michelin mencapai 18% dari total kapasitas produksi Michelin di seluruh dunia. Pada 2023, kapasitas akan ditingkatkan hingga 22% dan difokuskan untuk melayani kebutuhan pasar Asia. Penambahan kapasitas yang diprioritaskan adalah untuk Indonesia, Cina, dan Thailand, di mana Michelin memiliki fasilitas manufaktur yang cukup besar.

Untuk Indonesia, penambahan kapasitas berasal dari pabrik ban milik Michelin yang bernama PT Multistrada Arah Sarana. Saat ini, Michelin telah menginvestasikan dana untuk memoderenisasi proses produksi Multistrada dan secara bertahap meningkatkan kapasitas, terutama untuk ban roda dua dan ban kendaraan penumpang. (Litha/Prob/NM) 

LEAVE A REPLY

*