Krayan Kalamanthana: Kisah Ibnu Jamil Menyerempet Bahaya di Jalur Neraka Malinau-Krayan

0
31
Ibnu Jamil (kiri) dan Wisnu Guntoro (Kanan) saat menceritakan perjalanan 10 hari menembus hutan di Kalimantan. Foto: Yusuf Arief

NaikMotor – Ibnu Jamil, aktor dan presenter, telah melakukan kegiatan menyerempet bahaya bersama tim Serigala Rider dengan menempuh perjalanan ke daerah terisolir di pedalaman hutan Kalimantan Utara. Perjalanan penuh resiko tersebut diambil Ibnu untuk mengetahui keberadaan jalan darat ke Krayan dari Malinau yang dikatakan telah tembus dan bisa dilalui kendaraan bermotor.

Dalam perjalanan dengan sepeda motor trail bersama empat sahabatnya itu Ibnu sempat hilang kontak dengan dunia luar selama enam hari. “Kata Pemerintah melalui media, Krayan sudah memiliki jalan darat. Itu yang kami baca. Bahkan katanya, jalan itu sudah bisa dilalui kendaraan bermotor sejak akhir 2020,” ucap Ibnu Jamil di hadapan media di Jakarta.

Sebenarnya, Krayan menjadi pilihan karena merupakan permintaan dari follower saya. Saat itu saya membuat Live Instagram, dan disambut pemuda dari Kalimantan. Dia meminta saya ke Krayan melalui jalur darat. Dari situ tim mengevaluasi tentang kemungkinan kami bisa menembusnya,” kisah Ibnu.

Namun pada kenyataannya, Ibnu menambahkan, jalur di dalam hutan pegunungan menuju Krayan belum sepenuhnya bisa disebut sebagai jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor. Masih jalur tanah atau off-road. Beberapa titik sangat ekstrim dan mustahil dilalui kendaraan, terlebih roda empat. Selama ini untuk menuju Krayan hanya melalui jalur udara. Itu seperti kebanyakan daerah di Papua.

Tim Serigala yang berhasil menembus jalur Neraka Malinau-Krayan. Foto: Yusuf Arief

Ibnu dan tim mengaku setiap orang yang ingin menembus Krayan melalui jalur darat perlu mengerahkan kemampuan berkendara, tenaga, keberanian, dan mental kuat.

Skill dan tenaga saja tidak cukup untuk melalui jalur darat Manilau – Krayan. Terlebih bagi orang luar seperti kami. Bayangkan, untuk jarak sekitar 200 kilometer kami membutuhkan waktu lima malam enam hari. Tanpa ada mekanik di dalam tim, mustahil kami mampu menembusnya,” lanjut Ibnu yang harus membawa total 50 liter bensin cadangan agar bisa menembus Krayan.

Dia menerangkan, perjalanan menuju Krayan dilakukan sambil membuat video dokumenter untuk program Jamilo’s Journey yang didukung Kopiko 78. “Banyak orang yang belum mengetahui informasi tentang Krayan, apalagi kondisi jalur darat yang katanya sudah tersedia. Karena itu, kami ingin menceritakan tentang keberadaan Krayan untuk Indonesia.”

Ditambahkan Ibnu, menurut orang-orang Krayan dan warga Desa Semamu yang ditemuinya, dia adalah orang pertama dari luar Krayan dan Malinau yang mampu menembus jalan darat tersebut dengan kendaraan.”

Baru segelintir orang yang merasakan perihnya jalur darat Malinau ke Krayan atau sebaliknya. Jangankan orang dari luar Kalimantan, orang-orang dari Kabupaten Malinau dan Nunukan saja tidak banyak yang tahu tentang adanya jalan darat di sana.”

Kami sempat bertemu dengan orang kampung Paking, dan pemuda asal Malinau yang sedang berburu di dalam hutan. Mereka saja mengaku tidak berani melalui jalur tersebut karena dianggap sebagai jalur mematikan.”

Kalau kita mencari rutenya menggunakan Google Map, tidak akan ditemukan. Bahkan Google Map tidak mampu memperlihatkan dengan jelas adanya jejak jalan di dalam hutan tersebut. Salah-salah membaca jalur, bisa-bisa mengikuti aliran sungai,” imbuh Ibnu.

Beruntung Ibnu dan tim Serigala Rider mampu menembus Lokasi Binuang yang menjadi desa pertama di wilayah Krayan Tengah setelah nyaris kehabisan logistik. Bahkan dua hari setelah itu Ibnu dan tim mengunjungi perbatasan Indonesia Malaysia di Long Midang.

Untuk diketahui, jalan aspal di Long Midang adalah tempat di mana Presiden RI Joko Widodo pernah berkunjung sambil menunggang sepeda motor pada 19 Desember 2019.

Entah berapa belas, atau mungkin puluhan gunung yang harus kami hadapi sebelum sampai di Binuang. Anak sungai yang kami terjang tidak terhitung jumlahnya,” kenang Ibnu Jamil yang sempat merasakan tidur di dalam tenda dalam guyuran hujan di kawasan hutan Kayan Mentarang.

Kedatangan Ibnu sontak membuat geger warga di lima kecamatan di wilayah Krayan yang akan berubah menjadi kabupaten ini. Mereka menyambut kedatangan artis ibukota tersebut sebagai sesuatu mukzizat, sekaligus buah dari doa.

Kalau tidak ada bapak-bapak yang ke sini, kami tidak tahu seperti apa jalan yang sudah dibuatkan pemerintah untuk kami. Tolong ceritakan apa yang telah bapak-bapak lihat di sepanjang perjalanan,” kata M. Rining Liang, Ketua Adat Besar Krayan Darat (Induk).

Pejabat pemerintah daerah Krayan dan warga yang kami temui juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut mereka sejak pandemi Covid-19 kondisi kehidupan di Krayan sangat berat. Harga barang dan kebutuhan pokok yang selama ini mereka peroleh dari Malaysia tidak lagi bisa dipasok. Pintu perbatasan Indonesia-Malasyia di Long Midang ditutup.

Karena kondisi tersebut harga-harga barang menjadi sangat mahal. Pasalnya, kini semua kebutuhan harus diterbangkan dengan ongkos mahal dari Indonesia.

Semua kisah tentang perjalanan dan kondisi Krayan tersebut diceritakan Ibnu dalam serial dokumenter di dua kanal Youtube, Jamilo TV dan Kopiko78 Official. Video bertajuk “Krayan Kalamanthana” ini dibuat oleh Wisnu Guntoro Adi, seorang jurnalis senior sekaligus petualang yang menjadi pimpinan tim di program Jamilo’s Journey.

Hingga Rabu, 31 Maret 2021, serial Krayan Kalamanthana telah ditayangkan hingga enam episode dan masih akan terus berseri hingga Ibnu mengisahkan pengalamannya berada di Krayan. (Rls/NM)

LEAVE A REPLY

*