Jenis dan Kegunaaan Zat Kimia yang Terdapat di Oli Motor

0
47
Oli Motor
Ilustrasi oli motor. Foto: Pertamina Lubricants

NaikMotor – Di dalam oli motor yang banyak digunakan saat ini, banyak aditif atau zat kimia yang terkandung di dalamnya. Kandungan aditif ini memiliki fungsi yang penting untuk menjaga kualitas oli.

Menurut Jr. Technical Specialist HSD Engine Oil PT Pertamina Lubricants, Brahma Putra Mahayan, oli yang saat ini digunakan di semua motor memiliki kandungan aditif yang berfungsi untuk membentuk sifat pelumas yang diinginkan.

Pelumas dibuat dari bahan Base Oil dan Aditif. Base Oil merupakan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan pelumas. Kandungannya sebesar 90 persen dari total volume pelumas. Base oil ini berfungsi untuk memberikan sifat dasar pelumasan, khususnya untu kekentalannya.

“Dulu pelumas itu masih menggunakan minyak bumi, misalnya minyak jarak. Sekarang pelumas sudah menggunakan base oil yang dicampurkan dengan aditif dalam jumlah yang sedikit,” kata Brahma dalam dalam acara Pertamina Lubricants Lubrication Workshop, Kamis (25/2/2021).

Kemudian aditif pada oli hanya ditambahkan dalam jumlah yang relatif sedikit. Prosesnya pencampuran ini dilakukan berdasarkan reaksi kimia (synthetic) yang menghasilkan satu jenis senyawa kimia dengan sifat pelumas yang diinginkan pada operasi pelumasan.

Secara keseluruhan, ada sembilan aditif yang terkandung di oli motor sintetik. Kesembilan zat kimia itu memiliki fungsinya masing-masing. Berikut Ulasannya.

  • Anti Oxidant : Mencegah terjadinya oksidasi pada molekul pelumas.
  • Detergent : Menjaga permukaan metal bebas dari kotoran
  • Dispersant : Mengendalikan kotoran atau contaminant agar terdispersi secara merata dalam pelumas.
  • Anti Karat/Anti Korosi : Mencegah terjadinya korosi atau karat pada bagian metal yang berhubungan dengan pelumas.
  • Anti Wear/Extreme Pressure : Mencegah gesekan dan keausan bagian mesin yang dalam kondisi ‘boundry lubrication’.
  • Pour Point Depressant : Menekan titik beku pelumas agar mudah mengalir pada suhu rendah
  • Friction Modifier : Meningkatkan tingkat kelicinan dari film pelumas
  • Anti Foam : Mencagah dan mengurangi terjadinya busa pada pelumas.
  • Metal Deactivator : Mencegah terjadinya efek ‘katalis’ dari partikel keausan mesin sehingga dapat mencegah akselerasi proses oksidasi pelumas. (Dicky/Prob/NM)

LEAVE A REPLY

*